Korban Penyerangan Mapolres OKU Mulai Membaik
Dua korban penyerangan oleh anggota Yon Armed Martapura yang dirawat di RS Bhayangkara, kondisinya sudah mulai membaik dan bisa diajak bicara.

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Dua korban penyerangan oleh anggota Yon Armed Martapura yang dirawat di RS Bhayangkara, kondisinya sudah mulai membaik dan bisa diajak bicara.
Kapolsek Martapura Kompol Riduan dan anggota Lantas Polres Baturaja Aiptu Marbawi, sudah terlihat segar dan bercerita, walaupun sesekali menahan sakit akibat memar yang dialami saat insiden, Kamis (7/3/2013) lalu.
Saat dijumpai Sabtu (9/3/2013) sore di Kamar 2 Paviliun Soeprapto, jarum selang infus masih tertancap di tangan kiri Aiptu Marbawi.
"Alhamdulillah papa tidak apa-apa, sekarang sudah bisa makan nasi," kata Chandra (27), menantu Aiptu Marbawi saat ditemui Sripoku.com (Tribunnews.com Network).
Pihak keluarganya di daerah lain, sempat syok mendengar pemberitaan melalui internet yang mengatakan ada anggota polisi tewas. Bahkan, ada foto korban di rumah sakit yang kena tombak, ada pula yang punggungnya robek kena sayatan.
"Kami menegaskan itu tidak benar. Papa memang ada luka bekas tusukan di paha kiri, tapi sudah dijahit dan tidak ada yang patah, hanya memar-memar," ungkap Chandra. (*)