Tawuran Sesama Anak Punk Itu Ternyata Dipicu Masalah Asmara
Konflik yang berakhir penganiayaan, yang melibatkan kelompok punk asal Malang dan Pasuruan, ternyata dipicu kisah asmara.
Laporan Wartawan Surya, David Yohanes
TRIBUNNEWS.COM – Konflik yang berakhir penganiayaan, yang melibatkan kelompok punk asal Malang dan Pasuruan, ternyata dipicu kisah asmara.
Sugiono, anggota punk Pasuruan yang ditangkap polisi, mengakui kedua kelompok punk beda kota ini sering bertemu di jalan saat sama-sama mengamen.
Karena sering ketemu, Mamad, pentolan punker asal Lawang Kota Malang, berpacaran dengan punker perempuan dari Pasuruan. Tetapi hubungan tersebut ternyata tidak disukai punker Pasuruan. “Punk Pasuruan tidak suka, ada anggotanya dipacari punk dari Lawang. Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran unit reskrim Polsek Blimbing Kota Malang, menangkap empat anggota Punk asal Kabupaten Pasuruan, yang diduga menganiaya kelompok Punk asal Malang.
Konflik kedua kelompok Punk ini, sebenarnya sudah terjadi saat ada perayaan ulang tahun Kota Malang ke-99, Senin (1/4/2013) lalu. Saat itu pimpinan Punk Pasuruan, Rudi, menantang berkelahi pentolan Punk Lawang, Mamad. Tetapi perkelahian tidak terjadi.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Blimbing, Ipda I Gusti A Ananta, kedua kelompok itu kembali bertemu saat sama-sama menyaksikan konser musik yang diadakan sebuah televisi swasta di Lapangan Rampal Kota Malang, Sabtu (6/4/2013).
Permusuhan yang sempat mereda akhirnya kembali tersulut. Rudi yang ditantang Mamad untuk berkelahi, tidak berani menghadapinya. Diam-diam Rudi mengumpulkan teman-teman sesama Punk dari Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Saat konser bubar kelompok ini menghadang kelompok Punk dari Lawang.
Apes bagi kakak beradik punker Lawang, Bambang Eko Prayitno (17) dan Roy Zainal Arifin (16), saat melintas di SPBU Rampal keduanya dikeroyok puluhan Punk kelompok Rudi.