Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anis Matta Maju Capres Jika PKS Masuk 3 Besar

Pilpres) 2014 mendatang, jika PKS masuk dalam tiga besar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo

Rombongan PKS disambut Pemred Tribun Kaltim Achmad Subechi, Redaktur Pelaksana Priyo Suwarna, Manajer Sirkulasi Iskandar dan beberapa pimpinan lainnya.

Dalam kesempatan itu Anis Matta juga bercerita soal musibah yang belum lama ini menimpa PKS. "Saya bisa mengatakan musibah ini membawa berkah bagi PKS, dan menjadi momentum pembenahan dan kebangkitan bagi PKS. Saya bisa mengatakan ibarat pesawat enginenya sudah kita perbaiki semuanya, sudah siap terbang, landasan juga sudah siapkan dan bulan april ini Insya Allah kita siap take off," tambahnya.

Ia juga merasa bersyukur  bahwa kepercayaan publik terhadap PKS sudah bagus. Indikatornya, Pilkada di Jabar dan Sumut dimenangkan PKS.

"Alhamdulillah kita bisa memenangkan pilkada ini. Artinya apa, kepercayaan publik kepada PKS jauh lebih bagus dari yang kami perkirakan. Belum lagi hasil survey partai elektabilitasnya juga naik. Artinya apa? Misi yang saya emban ini berhasil dan Insya Allah kita akan mendeklarasikan bahwa kita siap untuk take off nanti di Semarang, milad PKS tanggal 20 April sekaligus rapimnas."

Sejak menjadi Presiden PKS, Anis Matta mengaku jarang berada di Jakarta. Ia selalu keliling daerah untuk melakukan konsolidasi.

"Saya hampir tidak ada di Jakarta sejak jadi Presiden PKS. Mengapa? karena Jakarta hawanya hawa perang. Kalau kita masuk ke Jakarta mindset kita harus kita rubah," jelasnya.

Apalagi, belakangan ini Anis Matta menangkap kesan kuat bahwa di level nasional ada tren yang berorientasi merubah

Rekomendasi Untuk Anda

wajah politik kita kepada tren destruktif, trend bumi hangus.

"Bahasa Hawanya tiji tibeh (mati satu mati semua). Jadi trend ini yang mengubah wajah politik ini menjadi keras. Bahkan saya sering mengistilahkan politik menjadi dangerous game, permainan politik yang berbahaya, mengerikan dan menakutkan. Ada character assassination.

"Coba anda lihat politisi muda yang terpental dari panggung. Setengah mati sekolah jauh-jauh, di usia muda terlempar dari panggung politik. lenyap..."
Konflik elite semacam ini kata Ani Matta membuat elite politik tidak mengurusi publik. "Sehingga saya jadi mengerti kenapa anak anak muda menjadi apolitis, karena mereka tidak melihat gunannya. Apa  politik sekarang? Tidak bersentuhan dengan masyarakat. Padahal politik itu hakekatnya adalah cara kita sebagai manusia mengatur kehidupan publik kita sebagai manusia. Sehinggga kita bisa merubah permusuhan menjadi persahabatan, bisa mengubah kompetisi menjadi kolaborasi. Kalau toh ada kompetisi, pada akhirnya kompetsi kreatiftas."

Berangkat dari situlah, maka semua kader PKS dhimbau agar keluar dari konflik semacam itu. "Kita akan ketemu orang silaturahim, merekonstruksi kembali bangunan politik yang sesungguhnya. Dan menurut saya kita bisa melakukan ini manakala kita memberikan satu energi baru ke tangan politik yaitu cinta. Kalau kita datang dengan semangat cinta ke dalam politik, ini akan merubah wajah politik yang keras jadi lembut, yang bermusuhan menjadi bersahabat dan keragaman bukan menjadi sumber konflik, tetapi menjadi sumber kekuatan, sumber kolektivitas. Jadi kalau kita memberikan sentuhan cinta kepada kekuasaan, maka wajah politik kita akan berubah."

Ia mencontohkan, karut-marut dalam penerapan hukum disebabkan karena orang datang dengan semangat kebencian, semangat menghukum, bukan datang dengan semangat keadilan. Ini yang membuat pelaksanaan penerapan hukum menjadi berat.

"Kini setelah saya keliling hampir tiga bulan, politik ini jadi enak, kita bisa rileks dan tidak tegang serta kita tidak kehilangan hubungan kemanusiaan yang murni hanya karena kita sedang berkompetisi. Dan tema ini akan menjadi tagline PKS menghadirkan cinta dalam politik."

Seusai pertemuan Anis Matta memberikan cinderamata berupa karikatur gambar dirinya yang sedang berjabat tangan dengan Pemred Tribun Kaltim Achmad Subechi.  (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas