Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Pelajar di Blitar Ikuti Ujian Nasional di Bekas Gudang Kayu

Apa boleh buat mas, adanya seperti ini, ya kita jalani dulu. Yang penting, anak-anak nggak sampai putus sekolah

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Untuk bisa belajar, rumah kaseknya yang berukuran 8 x 15 m2
itu ditata seadanya. Yakni, ruang tamu dipakai perkantoran, teras rumah, dan garasinya disekat jadi ruang kelas, termasuk bekas gudang kayu, yang ada di sebelah barat rumahnya itu.

Bekas gudang berukuran 8 x 12 m2 itu dijadikan dua ruang dengan hanya disekat sama papan triplek. Total ruang kelasnya ada empat karena yang SMK baru ada satu kelas muridnya, yakni kelas 1.

"Di sini, para siswa tak dipungut biaya sekolah. Biayanya berasal dari penjualan hasil pertanian dan perikanan, yang tak lain hasil budidaya para siswanya. Sekolah di sini tak
hanya diajari teori melainkan juga langsung praktek lapangan dan lahannya di sekitar rumah saya," ungkapnya.

Untuk siswa lapas, mereka bukan belajar di sekolah melainkan justru ke-16 guru di sekolah itu yang datang tiap hari ke lapas.

"Untuk siswa lapas, nggak diajari praktek melainkan hanya teori. Namun demikian, dengan paham teori, kami yakin mereka akan bisa mandiri tatkala keluar kelak," pungkas Didi yang enggan menjelaskan terkait konflik lahan sekolahnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas