Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FOTO: Diorama Perang di Gedung Memorial Soeharto

Diorama perang kemerdekaan mewarnai gedung Memorial Soeharto yang diresmikan keluarga Cendana, Sabtu (8/6/2013).

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Patung-patung tokoh pejuang nasional berikut diorama perang mewarnai Gedung Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang diresmikan keluarga putra-putri Keluarga Cendana di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (8/6).

Tampak hadir Probosutedjo (berpeci), adik kandung Mantan Presiden Soeharto, beserta Siti Hardijanti Rukmana (berkerudung) dan Siti Hediati Hariyadi (tidak tampak), putri Soeharto, serta Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Memorial itu diresmikan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-92 almarhum Soeharto itu didirikan untuk mengenang jasa mantan presiden kedua Indonesia tersebut.

Memorial di atas lahan seluas 3.620 m2 itu terdiri atas bangunan Joglo seluas 600 m2, Rumah Notosudiro - eyang buyut Soeharto seluas 475 m2, rumah Admosudiro - eyang Soeharto seluas 250 m2 dan petilasan tempat lahir Soeharto seluas 63 m2.

"Memorial ini dimaksudkan untuk mengenang jasa dan pengabdian Jenderal Besar HM Soeharto kepada bangsa dan negara RI," kata Probosutedjo.

Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah. Kedua orangtuanya adalah pasangan petani desa yang tidak memiliki sejengkal tanah sawah, tetapi tidak disangkanya melahirkan seorang anak yang kemudian dijuluki "Bapak Pembangunan" dan Presiden RI.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI Purn Wiranto yang juga Ketua Umum Partai Hanura juga hadir.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas