Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pertemuan Dengan Tokoh Agama Batal, Gita Wirjawan Beralasan Kena Macet

Pertemuan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan dengan tokoh-tokoh agama Sulut mendadak batal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNNEWS,COM   MANADO - Pertemuan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan dengan tokoh-tokoh agama Sulut mendadak batal. Kegiatan yang rencananya digelar di Hotel Arya Duta, Selasa (18/6/2013) sekitar pukul 11.00 Wita itu tak terlaksana karena padatnya jadwal acara sang Menteri di Sulut. Belakangan Gita Wirjawan beralasan kena macet.

Padahal, dalam pertemuan itu sudah hadir tokoh-tokoh kerukunan umat beragama di Sulut dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSUA).

Sudah dua jam molor, satu per satu pun tokoh agama meninggalkan ruang pertemuan, padahal ruang sudah siap digunakan, bahkan makanan sudah disajikan kurang lebih untuk 100 kepala.

Sampai 15:00 Wita masih ada tokoh agama yang menunggu, satu di antaranya pendeta Nico Gara, Ketua FKUB.

Meski pertemuan itu batal, Nico Gara memaklumi padatnya jadwal Menteri Perdagangan.

"Ini hanya Persoalan pengaturan waktu, katanya memakan waktu di Unima," kata Pendeta Gara.

Rekomendasi Untuk Anda

Pendeta Gara juga merasa malu, karena dia juga yang menghubungi rekan-rekannya untuk bisa hadir di acara pertemuan itu. Awalnya undangan pertemuan disampaikan lalngsung oleh Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut. Sempat juga ia konfirmasikan hal tersebut ke Kepala Disperindang Sanny Parengkuan.

Gara mengakui, sebelum pertemuan dimulai rencananya pukul 11.00 Wita ia bakal terlambat karena dijam yang sama masih menghadiri acara di Tasikria, Desa Mokupa, Minahasa.

"Saya ketakutan juga, karena di undang jam 11, jam 11.30 saya masih di jalan, ditelepon dapat kabar ternyata Menteri masih di Unima," ujarnya. "Saya kira antara protokol disini dan menteri yang tak konek, kan jadwalnya ketat, jam-jamnya harus dibatasi," ungkapnya.

Soal pertemuan tersebut, pendeta Gara belum tahu pasti topik pembahasannya,

"Saya kira sekedar sosialisasi, memperkenalkan gagasan-gagasan Memang bukan baru dia (Gita Wirjawan) juga, dulu waktu Sri Sultan disebut mau calon (presiden) saya ingat bercerita lama kita. Cak Nur dulu mau calon datang juga," ungkapnya.

Atas batalnya acara itu, Pendeta Gara mendapat permohonan maaf dari Kadis Perindag lewat ponsel, ia pun memaklumi.

Dari Unima, karena acara dengan tokoh agama batal, Gita kemudian menghadiri kegiatan rapat tertutup bersama Barisan Indonesia (Barindo). Dari situ ia bertolak ke GOR Arie Lasut untuk kegiatan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. (PBSI)

Terpisah, Gita Wirjawan merasa menyesal atas batas batalnya acara tersebut. Ia beralasan kena macet dari perjalanan Tondano ke Manado. Ia juga mengungkapkan, ada salah pengertian.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas