Lembata Terima 67 Guru SM3T Asal Aceh
Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun menerima 67 guru Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA - Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun menerima 67 guru Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (SM3T) asal Universitas Syiah Aceh, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, di Aula Setda Lembata, Senin (23/9/2013).
Pada kesempatan yang sama Viktor juga melepas 74 guru SM3T dari universitas yang sama, yang telah mengabdikan diri mengajar di Lembata selama setahun terakhir.
Hari itu seperti reuni bagi mahasiswa dan mahasiswi alumni Unsyiah Aceh. Kelompok baru guru SM3T didampingi Drs. Abdulrahman, M.Kes, Pembantu Dekan (PD) II FKIP Unsyah dan Dr Bahrun MPd selaku Sekretaris Panitia SM3T Unsyiah Aceh.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lembata Mochtar Sarabiti dan Kabag Humas Pemkab Lembata Moses Museng.
Mochtar Sarabiti dalam laporannya menyebutkan 67 guru SM3T yang mengabdi selama satu tahun ke depan di Lembata terdiri dari 13 Program Studi.
Program SM3T, jelas Mochtar, sangat membantu mempercepat pembangunan dalam bidang pendidikan. Selain membantu mengatasi kekurangan guru, program ini juga menawarkan sarjana berkompeten dan mengisi lowong guru yang berkualifiksi di bawah standar.
Disaksikan Pos Kupang (Tribunnews.com Network), guru SM3T di Aula Setda Lembata menyajikan hiburan berupa tarian Likok Pulo. Tarian grup ini menampilkan kecekatan menganyam tambang mini secara kelompok sambil meliuk-liuk tubuh secara bersama.
Penerimaan dan pelepasan guru SM3T itu juga diwarnai sharing guru yang terdahulu selama mereka mengabdi di Lembata. Suka dan duka mereka hadapi, dan selalu bersama masyarakat melakukan kegiatan membangun di Lembata.