Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kerabat Korban Kecelakaan Helikopter Belum Lihat Jenazah

Hingga kini keluarga korban belum mendapatkan kepastian proses identifikasi terhadap korban kecelakaan helikopter

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Hingga kini keluarga korban belum mendapatkan kepastian proses identifikasi terhadap korban kecelakaan helikopter jenis MI-17 milik TNI AD di Desa Apauping, Kecamatan Bahau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Para kerabat korban dari kalangan sipil yang sejak kemarin menginap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, mengaku belum mendapatkan informasi, kapan mereka bisa membawa pulang jenazah untuk dimakamkan.

Wan, salah seorang kerabat korban mengatakan, meskipun sudah dimintai keterangan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim, pihaknya belum diberikan kesempatan melihat langsung jenazah.

"Maunya kita melihat langsung, supaya kita tahu yang mana. Harapan kita mau langsung bertemu," ujarnya.

Keluarga mengaku belum pernah meminta kepada pihak TNI untuk mengidentifikasi langsung korban yang disebutkan kondisinya sudah rusak karena terbakar.

"Tetapi kita ada harapan mau ketemu," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Wan mengatakan, seluruh korban sipil asal Apauping masih berkeluarga. Bilung Lenggang merupakan adik kandung ayahnya, sementara Hirodis merupakan iparnya.

Selain harus menunggu kepastian proses identifikasi para jenazah, Wan dan beberapa kerabatnya juga harus menunggu pengobatan korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Saat ini tiga kerabatnya Albert Daud, Fredy Usang dan Desem Njuk sedang dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Tarakan.

"Saya belum tahu kondisinya. Belum dibolehkan melihat," ujarnya.

Keluarga harus menginap di depan ruang ICU. Dari pantauan Tribun Kaltim (Tribunnews.com Network) barang bawaan seperti pakaian dan termos air, diletakkan di sebuah kursi kayu panjang yang berada di depan ruang ICU.

"Keluarga menginap di sana," ujarnya.

Pihaknya juga bingung jika harus menunggu lama, kepastian proses identifikasi jenazah yang akan dimakamkan.

"Kita bingung juga. Kalau misalnya (belum ada kepastian) kita kaya apa? Kurang keluarga di sini (Tarakan)," ujarnya.

Hari ini, Wan kembali akan menjemput kerabat korban yang tiba di Tarakan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas