Riki Febrian Lebih Suka jadi Lelaki daripada Perempuan
Riki Febrian yang semula lahir sebagai perempuan, mengaku lebih senang jadi laki-laki seperti sekarang ini.

Laporan Tribun Jateng, Abduh Imanul Haq
TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Riki Febrian (11) yang semula lahir sebagai perempuan bernama Aisah Dewi Karmila, mengaku lebih senang jadi laki-laki seperti sekarang ini.
"Lebih senang jadi laki-laki karena banyak temannya," ujar Riki kepada Tribun Jateng, Sabtu (16/11/2013).
Orang tua Riki bernama Isnen (44) dan Kitem (40) tergolong miskin. Ayahnya kerja buruh serabutan sedangkan ibunya mengurus rumah tangga. Keluarga ini mengalami kesulitan biaya walau perawatan dan operasi Riki Febrian dibiayai oleh Jamkesmas.
Karena dari tempat tinggalnya di Banyumas menuju Semarang untuk kontrol kondisi Riki perlu biaya besar. Setidaknya dibutuhkan biaya Rp 1,5 juta untuk sekali berobat kontrol ke Semarang.
Kitem mengakui, tidak bisa memenuhi lantaran butuh biaya transportasi yang terlampau mahal. Sejak 2010 itu, ia bergantung pada para dermawan untuk biaya transportasi pengobatan ke Semarang pulang-pergi.
"Sekali jalan butuh sekitar Rp 1,5 juta untuk pulang pergi sekeluarga. Saat itu, uang yang didapat dari donatur diserahkan pengelolaannya ke perangkat desa supaya tidak saya gunakan sembarangan," jelasnya.
Kebutuhan biaya untuk bisa melakukan kontrol ke Semarang harus terus dilakukan, lantaran kondisi Riki belum sepenuhnya normal sebagai laki-laki pada umumnya. Kitem mengungkapkan, setidaknya perlu dua kali operasi lagi untuk memastikan perubahan sempurna pada anaknya.
"Saat ini, kami kehabisan uang untuk kontrol. Karena seharusnya butuh operasi lagi. Operasi yang kedua diperlukan untuk pemindahan saluran kencingnya ke yang laki-laki'," jelas Kitem.