Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Dua TKI Asal Jambi Dijebak Menjadi Pembunuh di Malaysia

Dua TKI asal Kabupaten Kerinci, Jambi, terancam digantung sampai mati di Malaysia karena didakwa menjadi pembunuh.

zoom-in Dua TKI Asal Jambi Dijebak Menjadi Pembunuh di Malaysia
tribunnews.com/widodo
Ilustrasi gantung diri 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Edi Januar

TRIBUNNEWS.COM, KERINCI - Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kerinci, Jambi, terancam digantung sampai mati di Malaysia karena didakwa menjadi pembunuh.

Kedua TKI tersebut adalah Iwel dan Riko, yang merupakan pemuda asal Desa Sungai Betung, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Kedua pemuda yang bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di Masjid Al-azim, jalan Pandan Indah, Kuala Lumpur, itu bakal dihukum mati kalau terbukti menjadi pelaku pembunuhan pada 3 Desember 2013.

Namun, Kepala Desa Sungai Betung Suhartoni, mengatakan kedua warganya itu bukanlah pembunuh.

"Kedua warga tersebut bernama Riko dan Iwel. Mereka bekerja di Malaysia sejak tujuh bulan lalu," kata Suhartoni, Kamis (2/1/2014).

Ia menuturkan, peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang berpatroli. Mereka tiba-tiba melihat bos mereka sedang memukul pencuri yang tertangkap mengambil uang kotak amal masjid.

Berita Rekomendasi

"Mereka dijebak. Sebenarnya mereka tidak membunuh, namun yang melakukan pemukulan adalah bos mereka. Karena merasa tidak bersalah, seusai kejadian mereka tidak kabur dari lokasi, sehingga saat korban diketahui tewas mereka langsung ditangkap," kata Kades, yang juga merupakan keluarga dekat Iwel dan Riko.

Sejauh ini, pihak keluarga belum mengetahui perkembangan kasus itu di Malaysia. "Kalau kasus kosong sudah disidang Desember lalu. Namun setelah itu, dilanjutkan lagi dengan kasus pembunuhan," katanya.

Pihak keluarga mengharapkan, adanya bantuan dari pemerintah, karena mereka yakin keduanya tidak bersalah.

"Orangtuanya sangat berkeinginan ke Malaysia melihat anak mereka, namun karena tidak mampu mereka hanya bisa pasrah saja," kata Suhartoni.

Pemerintahan desa tidak mampu berbuat banyak untuk membantu warga mereka, karena jauhnya jarak dan tidak adanya biaya.

"Atas nama pemerintahan desa, kami mengharapkan pemerintah turun tangan untuk membantu Riko dan Iwel," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas