Hujan Es di Bandung: Gong di Rumah Dinas Wali Kota Roboh
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Bandung dan sekitarnya. Hujan turun disertai butiran es.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Banjir di perempatan Jalan Mohamad Toha-Soekarno Hatta, Bandung, menyebabkan puluhan sepeda motor mogok. Arus deras yang mengalir dari arah Tegallega ke selatan menyebabkan pengendara sepeda motor lebih banyak memilih menunggu banjir surut. Kemacetan panjang pun terjadi dari arah Buahbatu dan Leuwipanjang.
Hujan deras di kawasan Cidahu, Kabupaten Bandung Barat, membuat membuat perumahan Kompleks Puri Cipageran Indah (PCI) I, Blok H2 dan sekitarnya terendam banjir. Menurut pantauan Tribun, banjir terjadi sejak pukul 15.45. Jalanan kompleks berubah menjadi aliran sungai. Banjir juga menggenangi jalan menuju Puri Cipageran Indah II dan Ngamprah. Pengendara motor yang nekat menyeberangi banjir banyak yang terjatuh.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari juga membuat ruas Jalan Raya Dayeuhkolot tergenangi air. Bahkan, jalur transportasi dari arah Jalan Moch Toha menuju Dayeuhkolot dan sebaliknya lumpuh total.
Berdasarkan pantauan, air setinggi paha orang dewasa menggenangi ruas Jalan Raya Dayeuhkolot, tepatnya di depan Kantor Desa Citeureup hingga daerah Palasari. Akibatnya, kendaraan dialihkan melalui Jalan Bojongsoang menuju Buah Batu. Kemacetan pun terjadi mulai Jalan Terusan Bojongsoang (Pertigaan Jalan Dayeuhkolot) hingga perempatan tol Buah Batu.
"Ada dua titik jalan yang tergenang air, yaitu wilayah Desa Citereup dan Desa Bojongasih, dengan ketinggian air sekitar 40 hingga 70 sentimeter," ujar Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Edi Suwandi, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat malam.
Edi pun mengimbau kepada para pengendara yang akan melalui jalan tersebut untuk memilih jalan alternatif meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.
"Melalui Jalan Bojongsoang. Karena hanya jalan itu satu-satunya tujuan Kota Bandung dan sebaliknya yang tidak tergenang," katanya. TIM TRIBUN JABAR