Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usaha Pertambangan Hambat Swasembada Pangan di Samarinda

Selama masih ada aktifitas pertambangan di Samarinda, Kalimantan Timur, diyakini swasembada beras sulit tercapai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA -  Selama masih ada aktifitas pertambangan di Samarinda, Kalimantan Timur, diyakini swasembada beras sulit tercapai.

Setidaknya, hal itu menjadi keyakinan bagi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Ary Yasir Pilipus.

"Samarinda baru bisa menghasilkan 30 persen bahan pangan dari total kebutuhan pangan. Sementara berkaitan dengan beras, kita masih jauh dari swasembada," kata Ary, Minggu 912/1/2014).

Ia menuturkan, pemda setempat tidak berkeberatan mendatangkan beras dari daerah lain, terutama dari Pulau Sulawesi, untuk mencukupi kebutuhan pangan warga.

Hanya, kata dia, Samarinda bakal ketergantungan terhadap daerah tersebut. "Kalau daerah produsen beras di Sulawesi tengah tertimpa masalah, maka kita akan mengalami krisis," tuturnya.

Kekinian, daerah produsen beras di Samarinda yang mengalami peningkatan hanya di Loa Janan dan Samarinda Seberang.

Rekomendasi Untuk Anda

Itu pun, terusnya, disebabkan adanya bantuan Corporate Social Responsiblity (CSR) perusahaan dan bantuan program dari TNI. Produksi lumbung pangan Samarinda di Lempake, Samarinda Utara kata Ary juga sudah mulai menurun akibat dampak aktifitas tambang.

"Jadi ada beberapa sawah masyarakat yang mengalami dampak," kata Ary.

Padahal kata Ary, melihat luas lahan dan jumlah penduduk Samarinda sangat berpotensi untuk mencapai swasembada.

"Tambang memang tidak akan berlangsung selamanya. Namun, tetap saja, lahan yang akan ditinggalkan nantinya tidak lantas bisa langsung digunakan untuk pertanian," tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas