Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Topografi Berubah Menjadi Pemukiman dan Industri

Veronica Kumurur, mengatakan banjir besar yang melanda Manado disebabkan berubahnya topografi Manado.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Topografi Berubah Menjadi Pemukiman dan Industri
Tribun Manado/Fernando Lumowa/Fernando Lumowa
Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Utara nonstop sejak Selasa (14/1/2014) mengakibatkan sejumlah wilayah di Manado terendam banjir, Rabu (15/1/2014. Kelurahan Tanjung Batu dan Kelurahan Sario Utara yang berada di sepanjang sisi kiri kanan bantaran terendam akibat luapan Sungai Sario. (Tribun Manado/Fernando Lumowa) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pakar Lingkungan Hidup Universitas Sam Ratulangi, Veronica Kumurur, mengatakan banjir besar yang melanda Manado disebabkan berubahnya topografi Manado.

Menurutnya, banyak kawasan yang mestinya menjadi serapan intensitas hujan, berubah menjadi pemukiman dan hutan ditebang.

"Banyak bentang alam sudah ditebang padahal topografi demikian sistem drainase alami. Kawasan tangkapan air di kota Manado. Gunung ditebang, diganti pemukiman, industri dan lain-lain," ujar Veronica dalam acara diskusi bertajuk 'Bencana Kita' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/1/2014).

Akibatnya, kata dia, air hujan langsung mengalir dengan cepat ke sungai sementara debit air tidak bisa ditanpung sungai sehingga meluap.

Di Manado, Veronica mengatakan terdapat beberapa sungai yakni empat sungai besar dan 8-10 sungai kecil.

Banjir yang terjadi kali ini di Manado diakui Veronica banjir terbesar yang pernah dilihatnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas