Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berharap Kehidupan di THR yang Mati

Sebelum berisi mesin percetakan, gedung itu merupakan gedung pementasan ludruk

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

Progo sendiri mengakui minat masyarakat menikmati kesenian rakyat mulai redup. Tak hanya imbas dari televisi swasta. Menurutnya, keputusan pemerintah membangun mal di depan THR, jadi alasan terbesar terbunuhnya para pahlawan seni rakyat di THR.

Menurutnya, para seniman THR kini tak jelas nasibnya.

Pemerintah tidak membunuh mereka, lantaran tetap mengizinkan tetap tinggal dan tampil di THR. Tapi, juga tidak memberi kehidupan. “Sejak ada mal di depan, kompleks seni jelas jadi tertutup. Bagaimana warga tahu di sini ada kami?” kata Progo.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas