Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Siswi SMK Kesurupan saat Berdoa di Dalam Kelas

Suasana belajar mengajar di SMK Pariwisata, Tanjungpandan, harus terhenti sebelum dimulainya pelajaran, Kamis (23/1) pagi kemarin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPANDAN - Suasana belajar mengajar di SMK Pariwisata, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, harus terhenti sebelum dimulainya pelajaran, Kamis (23/1) pagi kemarin.

Pasalnya, tiga pelajar putri diduga mengalami kesurupan sesaat sebelum pelajaran dimulai.

Sontak, sekolah yang menempati gedung baru di Jalan Melati, Kelurahan Kampung Parit, Tanjungpandan ini gaduh.

Bahkan, kesurupan tiga siswi ini menjadi perhatian masyarakat sekitar sekolahan dan menonton peristiwa mistis ini.

Peristiwa kesurupan ini, memaksa pihak sekolah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan aktivitas pembelajaran.

Siswa-siswi diminta untuk pulang ke rumah masing-masing usai peristiwa kesurupan tersebut.  Menurut seorang siswi sekolah tersebut, peristiwa kesurupan ini terjadi saat para pelajar berdoa sebelum dimulainya pelajaran.

"Tiga orang yang kesurupan. Waktu kami lagi doa, tahu-tahu ada yang kesurupan. Kejadiannya cepet gitu," ucap seorang siswi yang melihat rekannya kesurupan.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak berselang lama, siswi lain di dua ruang kelas berbeda lainnya juga mengalami hal serupa. Setiap ruang kelas dari tiga ruang terdapat satu siswi yang kesurupan. Kejadian tak lazim ini sontak membuat rekan-rekannya panik.

"Satu kelas satu orang. Mereka teriak-teriak. Sempet ditenangin kawan-kawan, tapi masih tetep teriak-teriak," kata siswi ini lagi.

Pihak sekolah juga mendatangkan dukun kampong untuk menyadarkan para pelajar yang mengalami kesurupan. Usai para pelajar yang mengalami kesurupan tersadar, pihak sekolah lalu menghentikan proses belajar-mengajar dan meminta para pelajar pulang ke rumah masing-masing.

"Sementara kegiatan belajar mengajar distop dulu untuk hari ini (kemarin. red) karena ada kejadian ini. Tapi kalau untuk siswa yang tadi sudah dipersilakan pulang sementara," kata Faruk, seorang guru SMK Pariwisata kepada wartawan, Kamis (23/1). (cla)

Sumber: Bangka Pos
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas