Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Murid Kelas 1 SD Tewas Setelah Setelah Diroyok Tiga Temannya

dua hari sebelum dilarikan ke UGD Rumah Sakit, Kamis (27/3/2014), Syukur tersungkur di perempatan jalan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto

Atas kejadian ini, jajaran Polsek Tamalanrea telah memanggil beberapa pihak, seperti keluarga pelaku yang dituduhkan untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Dari keterangan sementara, sejumlah tetangga korban lainya, menjelaskan di dada jenazah almarhum terlihat hitam, diduga akibat bekas pukulan atau pengeroyokan.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Tamalanrea V, Nurbaya diperiksa oleh penyidik Kepolisian Sektor Tamalanrea Makassar, atas kejadian yang terjadi diwilayah lingkup sekolahnya. Hal ini diakui oleh pihak keluarganya saat ditemui di rumahnya di JL Kerukunan, Blok K, Kecamatan Tamalanrea Makassar, soreh.

"Ibu masih di Polsek ,"Kata Keluarganya yang ditemui  di rumahnya.

Namun saat wartawan mencari Kepala Sekolah yang bersangkutan untuk menelusuri kasus meninggalnya murid SD Tamalanrea ini di Mapolsek. Pihak Kepolisian Sektor Tamalanrea tidak membenarkan kepsek ikut juga diperiksa.

"Apa hubunganyan dengan Kepsek, karena kejadianya diluar halaman sekolah," sebut Kepala Unit Reserse Kriminal. (Kanit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalanrea, Iptu Andi Husain.

Ibu almarhum Syukur, mengatakan, belum mengetahui apakah kejadian yang menimpa anaknya akan dilaporkan kepolisi atau tidak "Saya tunggu suami saya setelah pulang kubur anak saya,"tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bebeberapa menit kemudian, ibu korban yang berprofesi sebagai penjual campuran ini,  kemudian masuk di dalam kamar menidurkan adik almarhum yang baru berumur beberapa bulan.

Sementara nenek korban, Sitti (60), mengatakan, jenazah cucunya langsung dibawa ke kampung halaman kedua orang tuanya, dimakamkan di Wajo.

"Saya juga baru datang dari Siwa, jadi tidak tahu bagaimana kejadiannya, tapi tadi jenazahnya sudah dibawa ke Sempang. Semua keluarga ikut ke sana, kecuali mamaknya, karena ada anak bayinya,"kata Sitti

Kapolsek dan mantan Ketua RT 6 M Yusuf Haseng mengatakan kejadian ini, harus menjadi pelajaran berharga bagi pihak sekolah dan orangtua. Terutama dalam melakukan pengawasan kepada anak didiknya.

"Syukur telah menjadi korban kebingasan dari teman kelasnya, ini tidak luput dari para guru agar pengawasannya ditingkatkan dan tidak terulang kembali," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Makassar Mahmud BS mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari sekolah tersebut. Namun, kematian bocah murid sekolah itu menjadi ranah hukum bagi pihak kepolisian.

"Kami akan menelusuri penyebab kematian dan akan memintai keterangan dari kepala sekolahnya. Saya akan cek dulu, karena saya belum tahu masalahnya," kata Mahmud, dihubungi terpisah.(cr1/cr9/san)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas