Sekitar 2000 Ton Gula Ilegal Asal Thailand Masuk Batam
Dari 2000 ton gula impor yang diketahui dari Thailand ini, sedikitnya 1000 ton sudah berada di gudang.
Editor: Budi Prasetyo
![Sekitar 2000 Ton Gula Ilegal Asal Thailand Masuk Batam](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/gula-ilegal-yang-diamankan-petugas-polres-singkawang.jpg)
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana
TRIBUNNEWS.COM. BATAM -Mendekati Ramadhan dan Idul Fitri dimanfaatkan importir nakal untuk mengimpor gula secara ilegal.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho sampai saat ini belum ada pengusaha yang meminta pengurusan ijin gula import untuk Batam.
Saat ini gula tersebut telah disimpan di salah satu gudang yang ada di kawasan itu.
Belum diketahui secara pasti lokasi gudangnya, namun informasi yang berhasil dihimpun Tribun di lapangan gula impor ini berasal dari Thailand yang diangkut oleh Kapal Mvfung.
"Saya belum dapat informasi itu, yang jelas sampai saat ini belum ada permintaan gula import untuk Batam," kata Dwi Djoko Wiwoho.
Menurut sumber Tribun yang minta identitasnya tidak dikorankan, dari 2000 ton gula impor yang diketahui dari Thailand ini, sedikitnya 1000 ton sudah berada di gudang. Sedangkan 1000 ton lagi masih berada di dalam kapal Mvfung tersebut.
Sayangnya, Kasi Penyidikan dan Penindakan (P2) KPU BC Tipe B Batam, Slamet Riyadi membenarkan hal itu, namun dirinya berkilah kalau hal itu bukanlah penangkapan melainkan penimbunan yang dilakukan salah seorang pengusaha Batam.
"Iya ada, tapi bukan penangkapan gula impor, melainkan penimbunan gula," singkat Slamet melalui pesan singkatnya yang diterima Tribun.
Hal ini juga dikuatkan oleh Kabid BLKI KPU BC Tipe B Batam, Susila Brata yang mengungkapkan tidak ada terjadi penangkapan, melainkan belum diberikan izin bongkar karena belum ada ijin timbun.
"Sementara masih dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap barang dan alat angkutnya," kata Susila Brata melalui pesan singkatnya.
Belum diketahui dimana gudang tersebut, namun informasi dilapangan disebut-sebut gula impor itu saat ini disimpan di gudang ConocoPhilips Indonesia LTD. Batamware haouse kawasan industri terpadu Kabil.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.