Potensi NU-Muhammadiyah Lebaran Bareng Sangat Besar
"Dari situ, potensi Idul Fitri akan bareng dan jatuh pada hari yang sama cukup besar, yakni Senin 28 Ji 2014," tegas KH Sholeh
![Potensi NU-Muhammadiyah Lebaran Bareng Sangat Besar](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/20140630_142857_pegawai-badan-hisab-dan-rukyat-lakukan-pengamatan-hilal.jpg)
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA- Perayaan Lebaran tahun ini dipastikan lebih meriah.
Pasalnya 1 Syawal 1435 H ada potensi Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari yang sama, antara Nahdlatul Ulama, Pemerintah dan Muhammadiyah, yakni Senin 28 Juli 2014.
Wakil Ketua PWNU Jatim KH Sholeh Hayat mengatakan, potensi kebersamaan Hari Raya tahun ini pada tahap awal bisa dilihat dari aspek hitungan hisab astronomi di kalangan Nahdliyin.
Hasilnya, terdapat tujuh hasil hitungan dengan tujuh sistem yang hasilnya mendekati kebersamaan tentang saat terjadinya ijtimak unnayyiren, pertanda astronomi awal lahirnya hilal.
Berdasar kitab Sullamun Nayyiren, ijtimak terjadi pukul 04.45 dengan irtifak atau ketinggian hilal 6,42 derajat.
Sedangkan dalam kitab Fathurrouf fil Mannan, ijtimak terjadi pukul 04.27 dengan ketinggian hilal 6,27 derajat, lalu kitab Irsyadul Murid ijtimak terjadi pukul 05.43 dengan ketinggian hilal 3,28 derajat, dan kitab Irsyadul Jadid ijtimak terjadi pukul 05.33 dengan ketinggian hilal 3,35 derajat.
Sementara berdasar hitungan Ephimeria hisab rukyat, ijtimak terjadi pukul 05.33 pagi dengan ketinggian hilal 3,49 derajat, dan sistem Ephimersi sendiri ijtimak terjadi pukul 05.44 dengan ketinggian hilal 3,39 derajat.
Sedangkan berdasar sistem Accurate Time, ijtimak sebagai konjungsi astronomi ketika bulan dan matahari berada pada bujur astronomi yang sama, terjadi pukul 05.42 dengan ketinggian hilal 3,5 derajat.
Nah, tujuh rujukan kitab atau sistem falak tersebut, posisi ketinggian hilal sudah imkanur rukyat diatas 3 derajat.
Sehingga sangat mungkin hilal akan terlihat saat dilakukan rukyatul hilal.
"Dari situ, potensi Idul Fitri akan bareng dan jatuh pada hari yang sama cukup besar, yakni Senin 28 Ji 2014," tegas KH Sholeh, kepada Surya(Tribunnews.com Network)
, Senin (21/7/2014).
Meski dari aspek hitungan hisab, hilal sudah dapat dilihat dalam rukyatul hilal, bagi kalangan Nahdliyin, lanjut Koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim ini, tetap masih diperlukan satu tahap lagi sesuai perintah syariat, yakni melakukan rukyatul hilal di 12 lokasi.
"Rukyatul hilal akan digelar Minggu 27 Juli nanti. Tapi keputusan terakhir ada di sidang isbath yang digelar Pemerintah pukul 19.30 hari tersebut," imbuh Sholeh.
Sebelumnya, Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1435 H atau Lebaran Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Senin, 28 Juli 2014.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.