Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Razia Mamin di Pasar Tradisional Surabaya Tak Temukan Produk Melanggar

"Kita ikut senang karena ternyata himbauan dan pembinaan terhadap pedagang pasar tradisional diikuti sehingga selama ramadhan tidak ditemukan produk b

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Razia Mamin di Pasar Tradisional Surabaya Tak Temukan Produk Melanggar
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) RI Pekanbaru melakukan inspeksi di tempat perbelanjaan Hypermart, Mal SKA Pekanbaru, Senin (14/7/2014). Pada kegiatan tersebut, petugas menemukan beberapa makanan yang kadaluarsa, rusak pada kemasan dan makanan yang menyalahi izin edar. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Tim Razia mamin Disperindag Kota Surabaya tidak menemukan adanya produk kadaluwarsa di pasar-pasar tradisional.

Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan dari pedagang pasar tradisional di Kota Surabaya semakin tinggi sehingga selalu menjaga produk yang dijualnya.

Kepala Disperindag Kota Surabaya,Widodo Suryantoro mengatakan, dari razia yang di lakukan oleh tim Pemkot Surabaya di pasar Pucang dan pasar Kapaskrampung tidak menemukan satupun produk kadaluwarsa.

Kondisi tersebut sudah jauh berbeda dari tahun lalu yang mana di pasar tradisional masih ditemukan produk barang kadaluwarsa dan lainya yang membahayakan pembeli.

"Kita ikut senang karena ternyata himbauan dan pembinaan terhadap pedagang pasar tradisional diikuti sehingga selama ramadhan tidak ditemukan produk barang yang melanggar dan membahayakan konsumen," kata Widodo Suryantoro, Kamis (24/7/2014).

Dijelaskan Widodo, pada tahun-tahun yang telah berlalu disetiap bulan Ramadhan khususnya menjelang lebaran di pasar Tradisional banyak ditemukan produk barang yang melanggar.

Dimana selain sudah kadaluwarsa, produk barang tersebut kemasanya rusak.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun pedagang nekat menjualnya untuk bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dengan memanfaatkan momen lebaran.

"Tapi untuk saat ini kasus tersebut optimis tidak kembali terjadi. Makanya kita berterima kasih juga pada pedagang yang telah menjaga barang daganganya untuk melindungi pembeli," tutur Widodo.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas