Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mimpi Sang Kakak yang Akhirnya Mempertemukan Jamaliah dengan Anaknya

Jamilah (42) tak hentinya mengusap kepala gadis remaja itu di pangkuannya. Sesekali, ia menyapu deraian air mata yang mengalir di wajahnya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Mimpi Sang Kakak yang Akhirnya Mempertemukan Jamaliah dengan Anaknya
SERAMBI INDONESIA
Jamilah (42) bersama suaminya Septi Rangkuti warga Desa Paringgonan, Padang Lawas, Sumatera Utara, ketika bertemu anaknya Raudhatul Jannah yang kini berubah namanya menjadi Weni (14). Mereka bertemu kembali di Meulaboh, Aceh Barat, setelah sepuluh tahun berpisah ketika diterjang musibah gempa dan tsunami pada Tanggal 26 Desember 2004 silam. Foto direkam Rabu (6/8/2014). SERAMBI/DEDI ISKANDAR 

“Setelah kejadian itu  abang terus terbayang wajah anak itu dan ia berfirasat bahwa anak tersebut adalah anak adiknya yang hilang ketika musibah tsunami,” tutur Jamaliah.

Merasa yakin, Zainuddin kemudian semakin bersemangat mencari tahu informasi tentang anak tersebut. Sebuah berita kemudian sampai ke telinganya, bahwa remaja putri bernama Weni itu adalah korban tsunami yang terdampar di Pulau Banyak, Aceh Singkil dan sempat dirawat oleh satu keluarga nonmuslim di kawasan Ujung Sialit.

Namun entah bagaimana ceritanya, Wenni kemudian diasuh seorang wanita tua yang selama ini tak memiliki anak di Susoh, Abdya, dan merawatnya seperti anak sendiri.

Dalam kesehariannya, Wenni juga kerap mendapat uang jajan dari usahanya mencari botol minuman bekas untuk dijual di samping mencari lokan untuk membantu keluarga.

Zainuddin semakin yakin firasat mimpinya. Tak menunggu lama, ia menelepon Jamaliah dan Septi Rangkuti agar ke Blangpidie untuk memastikan anak tersebut adalah anaknya yang hilang sepuluh tahun silam akibat bencana tsunami.

“Selama ini saya dan suami berfirasat anak saya masih hidup,” ujar Jamaliah.

Pertemuan Wenni dengan pasangan suami istri terjadi. Dalam pertemuan itu Jamaliah merasa tersentak saat Wenni mengaku ia terdampar di Pulau Banyak bersama abang kandungnya bernama Arif Pratama Rangkuti di atas sebuah papan besar. Ingatan Jamaliah langsung tertuju pada peristiwa bencana tsunami 2004 silam.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat mereka terjebak tsunami, suaminya kala itu sempat menaikkan kedua anaknya ke sebuah papan besar. Namun naas mereka hanyut terbawa air dan menghilang.

Sejak saat itu, Jamaliah dan suaminya serta seorang anaknya yang lain berpisah dengan keduanya. Hingga sepuluh tahun lamanya, kini Jamaliah kembali bertemu anaknya Raudhatul Jannah, tanpa sang abang, Arif Pratama Rangkuti.

Jamaliah mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Mapolres Aceh Barat untuk memastikan Raudhatul Jannah adalah anak kandungnya.

Untuk memastikan kebenarannya polisi pun berupa akan melakukan tes DNA guna memastikan apakah remaja perempuan bernama Weni ini adalah benar anak kandungnya yang sah.

Halaman 2/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas