Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Napi Sakit dan Pingsan Usai Dicabuli Sipir Rutan

Dua orang napi, Naldus Lado (23) sampai tak sadarkan diri, dan Kalistus Lampur, sakit sejak Mei sampai Agustus 2014 dan tak pernah dirawat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

"Sudah empat bulan dia sakit. Dia takut buka suara, takut dianiaya oleh tahanan yang lain," kata Silvester.

Silvester menjelaskan, Kalistus mengaku sakit mulai dialaminya sejak diperlakukan tidak senonoh oleh Pak Linus. Silvester mengkhawatirkan keselamatan adiknya dengan membuka aib Pak Linus. Ia juga sangat prihatin dengan masa depan kesehatan Kalistus. Selama sakit, tidak diobati tuntas. Jika berobat harus mengeluarkan uang sendiri untuk disuntik oleh petugas kesehatan di Rutan Carep.

Orangtua Silvester di Kampung Tuwa, Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, sudah menjual sebidang tanah seluas 80 meter x 100 meter persegi seharga Rp 10 juta. Uang itu dipakai untuk biaya pengobatan Kalistus.

"Sebelumnya pernah ditawari sampai Rp 50 juta. Tapi karena orangtua sangat butuh uang untuk pengobatan adik saya, terpaksa dijual murah. Orangtua sudah jarang datang jenguk karena sakit-sakitan," tutur Silvester.

Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Edy, S.H, M.H, dan Kepala Unit (Kanit) PPA, Bripka Syamsu, S.H, memastikan bahwa semua keterangan korban kepada penyidik segera ditindaklanjuti. Selain itu, penyidik juga akan menjemput Kalistus untuk meminta keterangannya.

"Secepatnya kami kirim surat permohonan untuk bon lagi tahanan," kata Syamsu.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas