Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Angklung dari Desa Cigugur? Ada Pendi di Sana

Sanggar Angklung Lumbu, begitu yang tertera dalam sebuah spanduk di dalam sebuah sanggar sederhana yang bagian tepinya dipagari oleh rangkaian bambu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Angklung dari Desa Cigugur? Ada Pendi di Sana
KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI
Pendi sedang memainkan angklung di Sanggar Angklung miliknya 

Kalau sudah mendapatkan bambu yang diyakininya mempunyai kualitas yang baik, saat itu lah Pendi mulai eksekusi bambu-bambu ini menjadi angklung yang bersuara indah. “Kalau materialnya baik, angklung ini bisa tahan lama sekali. Hingga 80 tahun juga pasti tidak akan rusak,” ungkapnya.

Saat ini angklung-angklung Pendi banyak dipesan oleh instansi pendidikan di Jakarta, Bandung, Cirebon hingga kawasan Kabupaten Kuningan sendiri. Bahkan seiring perkembangannya, kini ia tak hanya membuat angklung tetapi juga alat musik tradisional lainnya yang berbahan material sama. Diantaranya, Suling sunda, suling datonis, calung dan juga arumba. Pintar-pintar ia memanfaatkan sisa materialnya.

“Tiap batang bambu jangan sampai ada yang terbuang. Yang biasa dipakai sebagai material kan dari mulai tengah ke atas, bawahnya bisa kita jual kembali untuk yang membutuhkan pembangunan rumah ataupun untuk bahan bakar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas