Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kebakaran Hutan Akibat Lava Gunung Slamet Jangkau 4 Km

"Kami bersama tim SAR Kabupaten Tegal terus melakukan pemantauan aktivitas secara visual. Kondisi saat ini, suara dentuman terdengar semakin kuat dan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kebakaran Hutan Akibat Lava Gunung Slamet Jangkau 4 Km
net
Aktivitas vulkanik Gunung kedua tertinggi di Pulau Jawa itu terekam jelas ketika dua petugas dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (10/8) dini hari. 

Dentuman keras ini pun tak jarang membuat sejumlah warga kaget. Namun tetap saja warga penasaran ingin melihat langsung.

"Penasaran, ingin lihat Gunung Slamet. Saudara di Magelang telepon kalau mereka cemas dengan pemberitaan yang ada. Saya malah disuruh ngungsi ke sana. Makanya, saya ke Pos Gambuhan untuk melihat sendiri," jelas pengunjung dari Desa Bentar, Kecamatan Belik, Pemalang, Sulistiowati.

Dia bersama suami dan cucunya, Muhammad Alvino (2) melihat letusan abu dan beberapa kali mendengar dentuman keras.

"Liat unung, duer. (Lihat Gunung Slamet suaranya duer," kata Alvino.

Pantauan Tribun Jateng, kemarin siang, terdapat letusan abu Gunung Slamet. Selang beberapa saat selepas letusan abu terdapat dentuman.

Suara dentuman ini bak mercon apabila bunyinya ringan tapi apabila keras bak suara meriam.

Pada siang hari, letusan abu dan dentuman terjadi sekitar 5 menit sekali. Dan, tidak setiap letusan abu disertai dengan dentuman.

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Hendra Gunawan menerangkan, terkait dengan hal ini, masyarakat diharap tetap tenang.

"Masyarakat agar tidak panik dan menjauhkan isu yang tidak jelas sumbernya. Tetap memperhatikan arahan BPBD," jelasnya.

Pengamat di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi menambahkan, ada peningkatan aktivitas magma.

Di antaranya, terjadi letusan abu vulkanik yang diikuti suara dentuman. Bahkan suara dentuman hingga terdengar sampai radius 17 km.

"Suara dentuman mengetarkan kaca rumah," tambahnya.

Camat Pulosari, Pemalang, Wibowo menerangkan, kondisi akhir meningkatnya Gunung Slamet, terjadi dentuman keras sekali.

"Masyarakat jangan menjadikan resah. Kami mengimbau warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun tetap waspada," jelasnya.

Menurutnya, telah disiapkan jalur evakuasi pada 7 desa. Di antaranya, Siremeng, Clekatakan, Batursari, Penakir, Jurangmangu, Gambuhan, Gunung Sari.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas