Kuli Panggul Berharap Jaminan Keselamatan Kerja
Menjelang akhir 2014 dan menghadapi pasar bebas Asean 2015 para kuli bangunan berharap mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja
Editor:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Menjelang akhir 2014 dan menghadapi pasar bebas Asean 2015 para kuli bangunan berharap mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dari perushaan bongkar muat.
Hal itu dirasakan ratusan kuli panggul di Pelabuhan Gresik. Mereka beranggapan bekerja cukup dengan kaos, celana dan topi yang kumuh.
Untuk mengangkut semen dari truk dan pupuk yang sangat panas serta terkena debu tidak ada jaminan keselamatan kerja atau sampai jaminan kesehatan.
“Tidur saja di bawah emperan gudang di Pelabuhan. Kalau hujan ya kehujanan,” katanya.
Mereka berharap, selama kerja sebagai kuli panggul di Pelabuhan Gresik sudah sejak tahun 1996 ada jaminan kesehatan dan jaminan keselematan kerja dari perusahaan bongkar muat.
“Kalau bisa ada jaminan keselamatan kerja dari perusahaan,” kata Nur Hadi (56), warga Banyuwangi.
Menurut Nurhadi, jaminan keselamatan kerja harus ada seperti BPJS Ketenagakerjaan bagi kuli panggul, sebab risikonya sangat besar.
“Jatuh dari kapal risikonya bisa meninggal dunia,” kata Nurhadi sambil menaruh kaos pelindung debu sekaligus penutup kepala di atas pundak.
Harga borongan yang diterimya juga sangat murah. “Setiap tonya hanya Rp 12.000. Ya harus kerja keras. Sawah saja tidak punya,” katanya.