Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebelum Dibunuh Astry Berniat Memutuskan Hubungan dengan Pacarnya

Mereka terkejut melihat Aztry yang sudah tidak bernyawa, mengenakan kebaya merah muda, terbaring dalam peti mati berwarna putih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Sebelum Dibunuh Astry Berniat Memutuskan Hubungan dengan Pacarnya
tribun menado
Astry Akay Mahasiswi Calon Pendeta yang Diduga Dibunuh Pacarnya 

Sebelum itu, Aztry sering curhat pada Ditri mengenai hubungannya dengan Angga. Suatu waktu, Aztry pernah mengatakan orangtua Angga tidak setuju dengan hubungan mereka.

Karena itulah, kata Ditri, Aztry memutuskan hubungannya dengan Angga. Makanya Ditri mengaku terkejut saat mengetahui Angga menghabisi anaknya.

Angga pernah beberapa kali datang ke rumah, dan ia kelihatan baik. "Sebelum itu, Angga sudah beberapa kali ke sini, ia kelihatan anak baik," ujarnya.

Ditri meminta aparat agar menghukum Angga seberat-beratnya. "Hukum ia seberat-beratnya," ujarnya.

Nenek dari Aztry, Femmy Lolowang terlihat sangat membenci Angga. Sambil memegang tangan kaku Aztry, Femmy berteriak, "Nanti Oma cari pa dia," ujarnya.

Femmy kesal karena Angga sempat mengirim SMS pada Aztry yang berbunyi, "Ada hadiah terakhir tamo kase pa ngana".

SMS itu ditunjukkan Aztry pada Femmy sesaat sebelum Aztry kembali ke Tomohon pada Senin lalu. "Saya minta dia dihukum berat," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Harto Paendong, paman Aztry tidak akan melupakan keponakannya itu. Ia menuturkan, sehari sebelum balik Tomohon, Aztry sempat memimpin ibadah pemuda.

Pada khotbah terakhirnya, Aztry tampak tenang. "Ia juga menguasai khotbahnya dengan baik," ujarnya.

Di matanya, Astry adalah wanita yang baik hati serta ramah, hingga ia tak habis pikir mengapa Angga tega menghabisi Astrid.

"Ia lemah lembut, kok tega dihabisi," ujarnya.

Berty Akay, paman Aztry mengatakan, Aztry sejak awal bercita-cita jadi hamba Tuhan. Hal itu sudah ia tampakkan dalam kerajinannya melayani serta keramahtamahannya kepada sesama. "Namun Tuhan berkehendak lain," ujarnya.

Tangis pecah saat peti mati Aztry hendak ditutup. Ditri seperti enggan peti itu ditutup.
Mereka merangkul jasad Aztry, sambil menangis histeris.

Namun, mereka bisa ditenangkan. Peti itu kemudian diusung hingga ke pemakaman di Desa Morea. (art)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas