Dua Siswa MTS di Kendal Berkelahi Di Kamar Mandi, Satu Tewas
Terjadi perkelahian sesama siswa di MTS NU di Pageruyung, Kendal. Akibat perkelahian di kamar mandi sekolah tersebut, satu siswa meninggal dunia
Editor: Sugiyarto
Laporan Tribun Jateng, YS Adi Nugroho
TRIBUNNEWS.COM, KENDAL- Memprihatinkan. Terjadi perkelahian antara MR lawan MS sesama siswa di MTS NU di Pageruyung, Kendal. Akibat perkelahian satu lawan satu di kamar mandi sekolah tersebut, MR meninggal dunia di sekolah.
Informasi yang dihimpun Tribun Jateng menyebutkan, MR adalah siswa kelas dua, sedangkan MS kelas satu pada sekolah yang sama. Dua siswa itu kelahi di kamar mandi sekolah pada waktu istirahat belajar.
Semula MR berupaya membanting MS namun terpeleset hingga terjatuh di lantai kamar mandi. Kepala terluka. Ketika MR terjatuh di lantai itu, MS menginjak-injak MR.
Perkelahian ini terjadi Kamis (12/2/2015) pukul 09.20 (waktu istirahat). Dan, selepas perkelahian, MR dibopong dari kamar mandi ke kelas. Pada pukul 09.45, MR dibawa ke Klinik As Syifa Husada.
Teman sekelas di sekolah itu mengatakan, perkelahian itu dipicu masalah sepele. Yaitu perselisihan saat mengikuti upacara bendera hari Senin 9 Februari lalu.
Pada saat upacara bendera, keduanya saling bersenggolan mencari tempat berdiri yang teduh yakni di bawah pohon.
Akibat dari senggolan ini, terjadi adu mulut sehingga timbul tantangan perkelahian. Namun, MS (adik kelas) tak pernah melayani tantangan perkelahian ini.
MS terus menghindar, hingga akhirnya Kamis (12/2) terjadi perkelahian di kamar mandi itu.
Kasmin (63) ayah MR warga Watudono, Surokonto, Pageruyung, Kendal mengaku sulit bernafas saat mengetahui anak terakhirnya itu tewas.
"Dada saya sakit, nafas sulit. Apalagi saya ditipu oleh pihak sekolah nutupi dawah teng kamar mandi (dibohongi katanya MS jatuh di kamar mandi)," keluhnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jateng, MR terluka pada kepala bagian belakang. Luka merobek kulit luar selebar 1,5 cm.
Kasmin diberitahu oleh pihak sekolah bahwasanya MR terjatuh di kamar mandi. "Muh (panggilan MR) jatuh di kamar mandi, saya disuruh ke sana," terangnya.
Namun, begitu tiba di klinik, Kasmin pun lemas. Ia melihat kedua kaki anaknya diikat pakai kain kafan. "Katanya, anak saya sudah meninggal sejak di sekolah," ujarnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.