Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Batal Beli Beras OP Setelah Lihat Kondisinya

Pukul 07.30 puluhan warga telah mengantre di depan kantor kelurahan atau dekat truk bermuatan beras Bulog

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Warga Batal Beli Beras OP Setelah Lihat Kondisinya
Tribun Jabar/Ida Romlah
Petugas melayani warga yang hendak membeli beras dalam operasi pasar (OP) di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (27/2/2015) pagi. Warga banyak yang membatalkan membeli beras setelah melihat kondisi beras yang setara beras untuk rakyat miskin (raskin). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON -- Operasi pasar (OP) beras di Keluarahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (27/2/2015) pagi kurang menarik minat warga sekitar. Banyak warga membatalkan pembelian, meski mereka sudah antre sejak pagi buta atau saat OP belum dimulai.

Pantauan Tribun, pukul 07.30 puluhan warga telah mengantre di depan kantor kelurahan atau dekat truk bermuatan beras Bulog. Warga tampak tak sabar membeli beras, meski petugas belum mulai membuka truk dan menjual beras.

Namun begitu truk dibuka dan jual-beli dimulai, warga malah banyak yang balik kanan. Itu terjadi setelah warga tahu kondisi beras yang dijual dianggap kurang bagus.

"Berasnya kayak beras raskin. Enggak jadi lah, berasnya jelek," kata Rini (35) warga Pesisir, Kelurahan Panjunan, Kota Cirebon.

Rini pun mencoba mengecek beras dengan cara mencium dan menggigitnya. "Ah jelek. Saya kan asli kampung, tahu kualitas beras. Ini jelek. Enggak jadi aja. Batal beli," ujarnya.

Hal sama juga dilakukan puluhan ibu lainnya. Mereka membatalkan pembelian dengan alasan kualitas beras di bawah harapan.

Rekomendasi Untuk Anda

Wakil Kepala Bulog Sub Divre Cirebon, Supriyanto mengantakan, beras dalam OP ini merupakan beras kualitas medium. Beras tersebut stok dari gudang bulog. "Kalau yang ibu-ibu biasa beli di pasar mungkin beras premium sehingga ketika kami tawarkan beras medium mereka menolak," katanya.

Beras OP dibungkus kantong kresek dengan berat 5 kilogram per bungkus. Per kantong dijual Rp 37.000 atau setara Rp 7.400 per kilogram.

Jumat ini, Bulog dan Disperindagkop UMKM Kota Cirebon menggelar OP di dua tempat yakni Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk dan Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti. Per tempat dijatah 2 ton beras atau 400 bungkus kantong kresek.

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas