Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Nuraini Tak Sadar Kalung di Lehernya Dipotong Pencuri

Sebenarnya, kata Nurhadi, istrinya sempat merasa saat kalung emas dipotong dari lehernya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Nuraini Tak Sadar Kalung di Lehernya Dipotong Pencuri
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Nurhadi menunjukkan lemari yang sempat dibongkar pencuri, di dalam kamar yang sedang ditiduri Ima, keponakannya, Senin (23/3/2015) subuh. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Televisi saat itu sedang menyala. Lampu juga masih menyala di ruangan yang ditiduri Nurhadi dan istrinya Nuraini serta kedua anaknya Nurfadilah dan Nurul, Senin (23/3/2015), subuh.

Sekitar setengah jam setelah pencuri meninggalkan ruangan itu dengan menggondol sejumlah barang berharga, Nurhadi dan istrinya baru sadar rumahnya dibobol maling.

"Waktu itu pintu sudah terbuka. Jadi kena angin, tersentuh kaki saya. Jadi saya terbangun,” ujarnya, ditemui di kediamannya di Jalan Cut Nyak Dien, Persemaian No 38, RT 15, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan.

Nurhadi yang terbangun lalu bertanya pada sang istri, "Kenapa pintu terbuka? Mungkin kau habis ke kamar mandi, lupa tutup? Tapi dia bilang, ndak ada dia ke kamar mandi," ujarnya.

Saat akan menutup pintu, Nurhadi malah melihat jendela dalam keadaan terbuka.

"Jadi kubilang, pasti ada yang tidak beres sudah ini," ujar pria yang membuka usaha pembuatan meubelair ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Awalnya Nuraini kaget karena kalung yang ada di lehernya sudah terpotong.

"Jadi hanya separuhnya diambil. Separuhnya masih ada," ujarnya.

Dia pun lalu mencari tas yang berisi uang dan emas serta berlian.

"Tas disimpan di samping kasur. Tapi sudah tidak ada," ujarnya.

Nurhadi mengakui, saat pencuri masuk tidak ada seorang pun di antara mereka berempat yang menyadarinya.

"Karena di dalam ruangan itu penuh. Perkiraan saya, kami semua dilangkahi sama pencurinya," ujarnya.

Sebenarnya, kata Nurhadi, istrinya sempat merasa saat kalung emas dipotong dari lehernya.

"Tapi dia pikir kaki anak saya nyangkut. Karena kalau dia tidur kan memang sering gerak sana sini. Makanya dia tidak bangun," ujarnya.

Panik karena barang-barang berharganya hilang, Nurhadi lalu berusaha mencari pencuri itu di sekitar rumahnya.

Sementara sang istri berupaya menghubungi orang-orang yang dikenalnya dan polisi. Saat mereka sadar, hujan sudah mereda.

"Sekitar satu jam setelah itu baru polisi datang," ujarnya.

Akibat pencurian itu, Nurhadi dan istrinya kehilangan gelang emas, cincin emas, tiga buah berlian, batu pertama, kalung emas, uang tunai Rp 9.700.000, rice cooker, peralatan tukang berupa gurinda. Nuraini mengaku, berlian itu dibelinya seharga Rp 21 juta.

"Perkiraan Rp 52.150.000. Itu tidak termasuk ceret dan semangka yang dicuri," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas