Siswa SMK Telkom Sidoarjo Jadi Problem Solver Digital di Founder Catalyst
Potensi pasar IoT Indonesia mencapai ratusan triliun meningkatkan efisiensi bisnis dan menekan biaya operasional signifikan.
Ringkasan Berita:
- Potensi pasar IoT Indonesia mencapai ratusan triliun meningkatkan efisiensi bisnis dan menekan biaya operasional signifikan.
- Namun kebutuhan talenta digital tinggi sementara kesiapan lulusan vokasi dan infrastruktur sekolah masih terbatas.
- Program Skomda Founder Catalyst mendorong siswa menciptakan solusi digital inovatif siap pakai bagi industri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan Internet of Things (IoT) menjadi salah satu sorotan utama dengan potensi pasar di Indonesia, yang diprediksi mencapai Rp 572,7 triliun hingga Rp 673 triliun pada tahun 2025.
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi bisnis hingga 25 persen serta menekan biaya operasional hingga 30 persen.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat bahwa Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan hingga 12 juta praktisi pada tahun 2030.
Namun, tantangan masih muncul dari sisi kesiapan sumber daya manusia, di mana lulusan SMK masih menghadapi ketidakcocokan skill dengan kebutuhan industri.
Hal ini turut diperkuat dengan fakta bahwa hanya sekitar 35 persen sekolah vokasi yang memiliki infrastruktur digital memadai, sehingga berdampak pada relatif tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK di Indonesia.
Menghadapi tantangan tersebut, Ngalup.co bersama Jagoan Hosting berkolaborasi dengan SMK Telkom Sidoarjo (Skomda) mengadakan Skomda Founder Catalyst. Kegiatan ini menghadirkan product showcase yang mendorong siswa kelas 13 SIJA SMK Telkom Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala SMK Telkom Sidoarjo, M. Abror, S.Hum M.Pd, menjelaskan kegiatan kegiatan ini dirancang mencapai beberapa tujuan utama sekaligus. Siswa diajak mendorong inovasi dan kreativitas dalam menciptakan solusi digital nyata berbasis IoT yang dapat langsung digunakan oleh industri.
“Mereka juga dilatih kemampuan presentasi, pitching, dan demonstrasi profesional, sehingga mampu menyampaikan ide bisnis dengan percaya diri di hadapan mentor dan stakeholder,” kata dia dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja atau berwirausaha, sekaligus meningkatkan kolaborasi dan networking antar siswa, mentor industri, serta praktisi.
Selain itu, acara ini berfungsi sebagai sarana mengukur dan memvalidasi kompetensi siswa secara komprehensif serta menunjukkan prestasi jurusan SIJA di tingkat sekolah dan masyarakat luas.
Kami sangat bangga melihat siswa jurusan SIJA tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menghasilkan produk digital end-to-end yang inovatif dan siap pakai. Melalui Product Showcase ini, kami berharap dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi transformasi digital Indonesia,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Ngalup.co, Irfan Rahmad menegaskan, Program Skomda Founder Catalyst ini fokus pada pembuatan solusi yang spesifik, terarah, dan memiliki potensi implementasi, bukan aplikasi berskala besar.
Melalui kegiatan tersebut, peserta akan mengeksplorasi permasalahan di bidang financial literacy, career development, content creator, dan developer productivity tools, melalui proses analisis kebutuhan, eksplorasi solusi, hingga market validation.
“Sebagai output, setiap peserta akan menghasilkan satu produk digital end-to-end mulai dari identifikasi masalah, perancangan solusi, hingga prototype yang terintegrasi dan fungsional, serta dapat didemonstrasikan di hadapan juri sesuai dengan bidang yang dipilih,” papar dia.
Dalam kegiatan ini, terdapat empat pemenang, dari kategori Finance adalah Fintera, kategori Content Creator adalah KontenLab, kategori Developer Productivity Tools adalah Velo dan kategori Career Development adalah CareerPath.
Baca tanpa iklan