Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perampok Malang Ini Pakai Jimat Keselamatan dari Kiai Lumajang

"Saya mendapat kain keselamatan itu dari seorang kiai di Lumajang," ungkapnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Perampok Malang Ini Pakai Jimat Keselamatan dari Kiai Lumajang
Surya/Sylvianita widyawati
Polisi menunjukkan jimat berupa kain mori yang dipakai Muchtarom setiap kali merampok. 

Laporan Wartawan Surya, Sylvianita Widyawati

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Aroma minyak wangi melati tercium di antara barang bukti yang dipajang polisi dalam gelar perkara kasus perampokan yang dilakukan Mohammad Ali Muchtarom (38), warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Selasa (28/4/2015).

Setelah ditelusuri penyidik Polres Malang, aroma tersebut bersumber dari kain mori putih bertuliskan huruf Arab milik Muchtarom.

Ia menganggap kain mori sepanjang lebih satu meter itu sebagai jimat. Kain mori itu termasuk barang bukti kejahatan Muchtarom lainnya, seperti celurit. "Saya mendapat kain keselamatan itu dari seorang kiai di Lumajang," ungkapnya.

Muchtarom mengaku telah membohongi kiai demi mendapat jimat tersebut. "Saya enggak bilang untuk itu (merampok). Saya bilangnya hanya minta keselamatan saja," kisah Muchtarom tentang sabuk keselamatan yang dimilikinya sejak 2010 silam.

Agar selamat, Muchtarom melilitkan kain keselamatan di pingangnya, sehingga percaya diri setiap kali beraksi. Entah kenapa, petualangan Muchtarom berakhir dengan rasa sakit. Bisa jadi karena ia kualat telah membohongi kiai asal Lumajang.

Polisi menangkap Muchtarom pada 26 April 2015. Tak hanya itu, polisi juga menembak kaki Muchtarom. Selama ini ia dikenal sebagai perampok kambuhan. Ia sudah dua kali masuk pejara pada 2009 dan 2011. Kala bebas dari penjara 2013 lalu, Muchtarom beraksi lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas