Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Intip Persetubuhan, Bocah 13 Tahun Ikut Perkosa Janda tak Tak Bernyawa

Polres Kepulauan Meranti menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan janda tanpa anak,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Intip Persetubuhan, Bocah 13 Tahun Ikut Perkosa Janda tak Tak Bernyawa
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Penyidik Polres Kepulauan Meranti menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan janda tanpa anak. Terdapat 23 adegan yang digelar di halaman Polres Kepulauan Meranti, Rabu (29/4/2015). 

TRISBUNNEWS.COM, SELATPANJANG - Polres Kepulauan Meranti menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan janda tanpa anak, Rabu (29/4/2015).

Pada rekonstruksi di halaman Polres Kepulauan Meranti ini digelar 23 adegan. Dari reka adegan tersebut diketahui ternyata dua pelaku tidak saling kenal.

Keterlibatan pelaku ZA (13) yang sebelumnya diberitakan berumur 17 tahun berawal saat ia mengintip pelaku IM sedang menindih korban.

Saat ZA mulai mendekati pelaku dan korban, tiba-tiba IM meminta tolong kepada ZA untuk memegangi kaki korban yang pada saat itu korban berusaha memberontak.

"Saya tidak tahu jika pada saat itu IM sedang mencekik korban menggunakan jilbab korban hingga tewas," ujar ZA.

Tonton Juga:

Sebelum terjadi pembunuhan, IM mengajak korban duduk di sekitar gudang kopra seusai melihat pemberian hadiah pada penutupan MTQ di Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat, Sabtu (18/4/2015).

Rekomendasi Untuk Anda

Pada saat itu, korban bersama dua orang temannya yang berinisial DN (11) dan LA (12).

Karena malam telah larut, saksi berpamitan kepada korban. Merasa sudah aman, IM lalu membujuk korban untuk melakukan hubungan intim.

Korban sempat memenuhi ajakan tersangka dan berbaring di atas tanah, namun pada saat IM sedang menindih korban, korban menolak melakukan hubungan terlarang itu.

Tak senang ditolak, IM lalu mencekik leher korban dengan jilbab yang dikenakan korban.

Melihat ZA mendekat, IM lalu meminta tolong kepada ZA untuk memegang kaki korban, padahal IM tak mengenal ZA. Dengan polosnya, ZA pun menuruti perintah dari IM.

Setelah dipastikan korbannya tewas, IM lantas menyetubuhi mayat korban, sedangkan ZA menunggu gilirannya dengan duduk dekat semak-semak yang tak jauh TKP.

Tak sabar menunggu terlalu lama, ZA lalu mendatangi IM.

Setelah IM selesai, kini giliran ZA menggilir korban, padahal ZA tidak mengetahui jika korban sudah tidak bernyawa lagi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas