Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengangguran Pembunuh Gadis Wahyuni di Ruang Kepala SD Pinrang Berhasil Ditangkap

Pengangguran Pembunuh Gadis Wahyuni di Ruang Kepala SD Pinrang Berhasil Ditangkap

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Pengangguran Pembunuh Gadis Wahyuni di Ruang Kepala SD Pinrang Berhasil Ditangkap
NET
ILUSTRASI : tangan diborgol 

TRIBUNNEWS.COM.PINRANG-- Pelaku pembunuhan, penganiayaan dan pemerkosaan kepada dua gadis bersaudara kandung di Kota Pinrang (177 km utara Makassar), akhirnya tertangkap Sabtu (23/5) pagi.

Pihak keluarga alrmarhumah Wahyuni (21) dan adiknya Andriani (18) yang terluka parah, setelah diperkosa di ruang Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 189 Kota Pinrang, Jl Anggrek, Pinrang, Selasa (19/5/2015) lalu, tak kuasa menahan emosi, saat melihat tubuh si pelakudikeluarkan dari kabin ambulans di RSUD Lasinrang, Pinrang, kemarin.

Pelakunya bernama Hebri alias Aco (33). Dia pengangguran dan bermukim tepat di belakang kompleks SD 189 Pinrang.
Aco ditangkap di Kampung Tohe, Desa Arressia , Kecamatan Tiroang, Pinrang, sekitar pukul 10. 30 wita.

Aco dilumpuhkan tim Reserse Mobile Polres Pinrang dan tim Laboratorium Forensik dari Polda Sulsel, dengan dua peluru tajam di betis.

Selama tiga hari, sejak Selasa (19/5) usai membunuh Wahyuni, mahasiswa sebuah sekolah tinggi perawat di kota yang berbatasan dengan Sulawesi Barat itu.

Aco juga melukai Andiani dengan sadis, si pemuda pengangguran itu bersembunyi di kampung salah seorang kerabatnya di Tohe, sekitar 27,6 km dari kota Pinrang, atau 7,1 km dari Jalan Poros Pinrang- Kota Parepare.

Berdasarkan fakta yang ditemukan pihak kepolisian, pelaku tertangkap berdasarkan sinyal telepon selular yang digunakan selama tiga hari terakhir.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelaku sempat dilumpuhkan ketika hendak melarikan diri sebelum ditangkap. Hebri dihadiahi timah panas dikedua betisnya.
Sebanyak empat buah timah panas disarangkan diantaranya dibagian betis kanan 2, dan betis kiri satu, serta paha kiri satu.Pelaku pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang, untuk diberikan perawatan terkait luka berat yang dialaminya akibat ditembak.

Pihak keluarga korban, yang mengetahui pelaku ditangkap langsung beramai-ramai mendatangi rumah sakit untuk melihat langsung pelaku yang membunuh sanak keluarganya tersebut.

Banyaknya pihak keluarga korban yang mendatangi rumah sakit memancing emosinya setelah melihat pelaku ternyata orang terdekat dari sekolah.

Terpancing emosi, pihak kelurga pun bermaksud menghakimi pelaku di rumah sakit, beruntung banyak anggota kepolisian yang berjaga di rumah sakit, dan untuk mengtisipasi hal yang tidak dinginkan pelaku dibawa langsung ke rumah sakit Bhayangkara makasssar.

Kapolres AKBP Adri Irniadi mengatakan, tertangkapnya pelaku atas keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa, selain ciri-ciri yang sempat dikemukakan saksi korban selamat.

"Selain kerjasama masyarakat yang ikut membantu pihak kami. Pelaku kita tangkap setelah empat hari peristiwa itu terjadi," jelasnya.

Sementara Kasat Reskirim AKP Yoyok Dwi Purnomo, mengatakan tersangka menghabisi salah satu nyawa korban dengan cara menghantamkan balok kayu pada bagian kepala belakang dan wajah korban.

Itupun, setelah memperkosa korban. Sementara Adriani, korban yang selamat dalam peristiwa itu nyawanya terselamatkan karena sempat pingsan. Saat pingsan itulah, pelaku menduga keduanya telah tewas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas