Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Angeline Diadopsi Saat Usia Tiga Hari dengan Harga Rp 600.000

Proses adopsi itu dilakukan di sebuah klinik tempat Angelien dilahirkan di Bali. Nama ibu kandung Angeline adalah Hamidah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Angeline Diadopsi Saat Usia Tiga Hari dengan Harga Rp 600.000
Kompas.com
Kediaman keluarga ibu kandung Angeline di Banyuwangi, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI - Keluarga Margareith CH Megawe mengadopsi Angeline saat usianya masih tiga hari.

Proses adopsi itu dilakukan di sebuah klinik tempat Angelien dilahirkan di Bali. Nama ibu kandung Angeline adalah Hamidah.

Maysunah, kakak ipar Hamidah mengatakan, kala itu Hamidah dan suaminya kesulitan uang untuk mengganti biaya persalinan di klinik.

"Ayah kandungnya Angeline tidak cukup uang untuk membiayai persalinan istrinya saat itu," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (11/6/2015)..

Saat itu, Hamidah tidak saling kenal dengan keluarga angkat Angeline. Namun, kedua keluarga ini lalu bertemu di sebuah klinik di Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali.

"Sepengetahuan saya, biaya yang diganti sebesar Rp 600.000. Setelah itu ada beberapa surat yang ditandatangani. Satu dipegang Hamidah dan bapak kandungnya. Satunya lagi dipegang oleh keluarga angkatnya itu," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Nenek Angeline berbaju putih sedang memangku Aisyah 2 tahun adik kandung Angeline saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore Banyuwangi

Saat itu, usia Angeline masih tiga hari sehingga dia langsung dibawa oleh keluarga barunya. Hamidah dan keluarganya dilarang untuk menemui anaknya. Bahkan, mereka juga tidak tahu bahwa bayi yang mereka beri untuk diadopsi dinamai Angeline oleh keluarga angkatnya.

Saat ini, lanjut Maysunah, para kerabat Angeline berkumpul di rumah sederhana yang ditinggali lima keluarga tersebut di Banyuwangi.

Tanpa disangka, selama hidup Angeline mendapatkan perlakuan tak layak dari orangtua angkatnya. Ironisnya, hidup Angeline berakhir oleh pembunuh.

Masyunah mengaku menunggu kepastian apakah Angeline akan dimakamkan di Banyuwangi atau di Bali.

Maysunah, menuturkan baru mengetahui belakangan ini bahwa Angeline, bocah yang dilaporkan hilang sejak 16 Mei lalu dan kemudian ditemukan tewas pada Rabu (10/6/2015), adalah keponakannya.

Dia mengaku sudah mendengar ada kabar tentang hilangnya bocah bernama Angeline di Denpasar, Bali, setelah ramai diperbincangkan di sekitar tempat tinggalnya. Maysunah mengaku dirinya memang tinggal di daerah dekat rumah keluarga angkat Angeline.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas