Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tren 'Bisnis' Akik Tak Lagi Jual Beli

Tren jual beli akik dengan harga tinggi saat ini mulai beralih ke barter

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Tren 'Bisnis' Akik Tak Lagi Jual Beli
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Batu akik jenis Natural Agate bercorak dua kepala harimau. 

TRIBUNNEWS.COM.BENGKULU- Tren jual beli akik dengan harga tinggi saat ini mulai beralih ke barter.

Para pecinta batu alam tersebut mulai meninggalkan sistem jual beli.

"Saat ini batu akik sudah tak lagi sistem jual beli tapi barter, ini terjadi karena harga batu akik sangat tinggi dan sudah tak masuk akal," kata seorang kolektor akik Bengkulu, Didi, Kamis (11/7/2015).

Sistem barter itu dilakukan antar pecinta akik, tidak saja di dalam kota tapi juga antarpecinta akik antardaerah.

"Beberapa waktu lalu saya juga melakukan barter dengan pecinta akik dari Bali, dan saya berikan batu dari Bengkulu, ini soal mencintai akik bukan persoalan harga," lanjut Didi.

Hal yang sama juga diakui pecinta akik lainnya Maryono.

Menurut Maryono, saat ini batu akik prospek batu akik sebagai bisnis mulai menurun, karena para kolektor sudah menggunakan sistem barter.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika harganya sudah di atas Rp 1,5 juta maka sedikit pembelinya, tapi dibarter dengan batu yang berkualitas sama," kata Maryono.

Sistem barter terjadi karena mulai membanjirnya beragam jenis batuan akik di masyarakat.

Selain itu, akik juga tak masuk dalam kelas permata.

"Kalau permatakan jelas itu batuan berkelas kadang bersertifikat, jadi bisa saja dia mahal dan mampu diperjualbelikan dengan harga tinggi, atau bila kepepet soal ekonomi bisa digadai, kalau akik tak bisa," kata Maryono.(Kontributor Bengkulu, Firmansyah)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas