Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

619 Orang Tewas di Jalur Mudik, Mayoritas karena Sopir Mengantuk

Sejak H-15 Hari Raya Idul Fitri, tercatat 619 orang tewas akibat kecelakaan di jalur mudik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in 619 Orang Tewas di Jalur Mudik, Mayoritas karena Sopir Mengantuk
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Kecelakaan bus Rukun Sayur dengan nomor polisi AD 1523 CF di kilometer 202 Tol Palimanan - Kanci, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). Akibat kecelakaan ini sedikitnya 11 orang meninggal dunia. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA- Sejak H-15 Hari Raya Idul Fitri, tercatat 619 orang tewas akibat kecelakaan di jalur mudik. Anggota Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Dhion, mengatakan, hal tersebut disebabkan banyaknya pemudik yang mengantuk ketika mengendarai kendaraannya.

"Biasanya sih karena mengantuk," ujar Dhion di Posko Koordinasi Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (16/7/2015).

Rata-rata kecelakaan yang terjadi di jalur darat di Pulau Jawa ada sekitar 200 kejadian tiap harinya. Sekitar 50 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut tiap hari.

Dhion mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri untuk mengendarai kendaraan jika mengantuk. Jika memaksakan diri, kecelakaan bisa terjadi.

Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, tidak tercantum daerah-daerah rawan kecelakaan. Akan tetapi, berdasarkan peta tahunan, lokasi rawan kecelakaan banyak terdapat di Jawa Tengah, seperti di Pemalang, Batang, Subah, Kendal, Ungaran, Ambarawa, dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, dini hari tadi, kecelakaan beruntun yang melibatkan bus, dua minibus, dan mobil terjadi di Semarang. Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia. (Jessi Carina)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas