Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dikeroyok Guru, Siswa SMPN di Pati Digebuki dan Disodok Gagang Sapu

Akibat peristiwa itu KF mengalami trauma, mual dan muntah gara-gara 'dikeroyok' oleh gurunya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Dikeroyok Guru, Siswa SMPN di Pati Digebuki dan Disodok Gagang Sapu
Dokumen Pribadi
Seorang anak laki-laki berinisial KF (13) mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah guru di ruang kelas. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus penganiayaan diduga terjadi di sebuah sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Pati, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2015).

Seorang anak laki-laki berinisial KF (13) mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah guru di ruang kelas.

Akibat peristiwa itu KF mengalami trauma, mual dan muntah gara-gara 'dikeroyok' oleh gurunya.

Kepada Tribunnews.com, kakak korban bernama Endang membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Endang, kejadian itu berawal saat delapan siswa--termasuk KF--diminta untuk melepas seragam atasan lantaran tidak mengenakan papan nama alias name tag.

"Guru yang menyuruh bernama Imam. Beliau merupakan guru elektronika," tutur Endang saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (25/9/2015).

Endang mengatakan, KF lalu meminjam seragam dari temannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sepulang sekolah sekitar pukul 13.00 WIB, imbuh Endang, KF kembali ke ruang guru untuk mengambil seragam dari wali kelasnya yang bernama Narti.

"Saat adik saya ambil baju, Bu Narti bilang 'kuwe ki pancen bjg' (RED--singkatan kata dari bajingan). Tapi dia diam saja dan memakai seragamnya," ujar Endang..

Selesai mengenakan baju, KF kembali dipanggil oleh gurunya tersebut. "Begitu mendekat, langsung kepala adik saya dikeplaki," kata Endang.

Tidak cukup 'mengeplak', guru lain yang merupakan guru Bahasa Indonesia bernama Tatik juga ikut menganiaya.

Endang mengatakan guru bernama Tatik tersebut menyodok KF menggunakan gagang sapu hingga beberapa kali.

Berdasarkan pengakuan sang adik, Endang mengatakan KF dipukuli di bagian wajah, telinga dan belakang kepala. Tak cuma itu, telinga KF juga dijewer-jewer.

"Kata adik saya, guru itu menyodok dengan gagang sapu sebanyak lebih dari 15 kali. Bukan cuma itu, selagi di disodok, adik saya juga dipukuli bertubi-tubi," tutur Endang.

Selain kedua guru itu, lanjut Endang, seorang guru bernama Tulus juga ikut menganiaya dengan menarik-narik rambut bagian jambang KF.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas