Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2,6 Juta Warga Bengkulu, Sumsel, dan Jambi Alami Pemadaman Listrik Bergilir

Kemarau yang melanda beberapa bulan terakhir mengakibatkan PLTA Tes dan Musi yang berada di Provinsi Bengkulu mengalami kekurangan pasokan air

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in 2,6 Juta Warga Bengkulu, Sumsel, dan Jambi Alami Pemadaman Listrik Bergilir
KOMPAS /RODERICK ADRIAN MOZES
ilustrasi 

Tribunnews.com, Bengkulu - Kemarau yang melanda beberapa bulan terakhir mengakibatkan PLTA Tes dan Musi yang berada di Provinsi Bengkulu mengalami kekurangan pasokan air hingga 50 persen.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero wilayah Sumatera bagian selatan harus melakukan pemadaman bergilir bagi 2,6 juta penduduk di wilayah Bengkulu, Sumsel, dan Jambi.

Manajer Area PLN Wilayah Bengkulu Joni Pagar Alam mengatakan, khusus Bengkulu terjadi kekurangan pasokan listrik hampir 50 persen. Untuk kondisi normal jika turbin di dua pembangkit yaitu di PLTA Tes dan PLTA Musi beroperasi, pasokan listrik mencapai 3x70+24 megawatt. Saat ini pasokan hanya tercatat sebesar 2x55+10 megawatt saja.

“Pemadaman bergilir dengan terpaksa dilakukan karena PLTA Musi hanya mampu memasok listrik sebesar 210 megawatt, sedangkan PLTA Tes hanya memasok 24 megawatt, kekurangan terjadi karena kemarau,” ujar Joni, Rabu (30/9/2015).

Meski hujan telah mengguyur Bengkulu, namun hal tersebut belum mampu meningkatkan debit air di beberapa sungai tempat PLTA. Secara umum, PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu mengalami defisit daya sebanyak 225—240 MW akibat kemarau.

Joni menyebutkan, pemadaman bergilir akan dihentikan jika kondisi debit air kembali normal menyusul mulai masuknya musim penghujan. Pemadaman bergilir di Bengkulu dalam beberapa pekan terakhir, membuat masyarakat kecewa. Tidak jarang pemadaman dilakukan oleh PLN lebih dari enam jam.

"Listrik selalu padam dalam pekan ini, bahkan dengan durasi yang lama hingga enam jam," ungkap Ijal warga Kota Bengkulu. (Kontributor Bengkulu, Firmansyah)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas