Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Belasan Santri Masih Berada di Padepokan yang Pengasuhnya Terjerat Kasus Kekerasan Seksual

Belasan santriwati masih berada di Padepokan Padang Ati, Pekalongan, Jawa Tengah. Polisi sebut mereka menunggu dijemput karena rumahnya jauh

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Nama Pondok Pesantren (Ponpes) Padepokan Padang Ati yang berada di Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah, akhir-akhir ini jadi bahan perbincangan.

Padang Ati jadi perbincangan setelah sosok pengasuhnya yang berinisial AFK diringkus polisi karena diduga jadi pelaku kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwatinya.

Kasus AKF ini menambah menambah panjang angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia.

Sepanjang 2025, tercatat ada 15.396 kasus kekerasan pada anak dengan kekerasan seksual menjadi persentase tertinggi.

Ratusan santriwati di Padepokan Padang Ati ini diketahui telah dipulangkan terkait ditangkapnya AKF.

Namun, masih ada sejumlah santri yang masih berada di dalam ponpes.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto mengatakan, total ada 15 santri yang masih berada di Ponpes Padepokan Padang Ati.

Kepada TribunJateng.com, belasan santri tersebut masih menunggu jemputan dari keluarganya.

"Informasinya, masih ada sekitar 15 santri yang menunggu jemputan karena rumahnya jauh," ujarnya.

Saat ditanya soal masih ada atau tidaknya aktivitas di dalam ponpes, Setiyanto mengatakan tak mengetahuinya.

Pihak kepolisian, lanjutnya, hanya memasang garis polisi untuk kepentingan penyidikan.

Baca juga: PBNU Tegaskan Pesantren Bukan Ruang Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual

"Garis polisi yang dipasang di area pondok akan dilepas, apabila sudah tidak lagi diperlukan untuk kepentingan penyidikan," imbuhnya.

Pihak Polres Pekalongan Kota juga telah menyelesaikan olah TKP pada Ju mat (29/5/2026) kemarin, jadi santri yang hendak mengambil barang yang tertinggal dipersilahkan.

"Ini olah TKP sudah selesai, silahkan jika ada orang tua santri yang mau ambil barang miliknya kami perbolehkan," ucapnya.

Santri Direlokasi

Sebelumnya, Pemkab Pekalongan juga ikut menangani kasus ini.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas