Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Oksigen Portabel Langka di Pekanbaru

Oksigen murni dalam kaleng menjadi barang langka yang dicari masyarakat Pekanbaru di tengah kabut asap yang kian pekat.

Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Oksigen Portabel Langka di Pekanbaru
Youtube
Ilustrasi oxygen portable 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  -  Oksigen murni dalam kaleng menjadi barang langka yang dicari masyarakat Pekanbaru di tengah kabut asap yang kian pekat.

Seperti Niza Masrianti, ibu dua anak ini mengatakan sudah merasakan gejala kekurangan oksigen seperti pusing, sakit kepala dan sesak nafas.

Karena itulah ia mulai mencari oksigen murni dalam kaleng atau yang lebih dikenal dengan sebutan oksigen portabel.

Apalagi kabut asap tidak kunjung hilang malah semakin tebal setiap hari sehingga mulai berdampak pada kesehatan dirinya dan keluarga, terutama kedua anaknya.

Namun sayang, saat berusaha mencari oksigen dalam kaleng ke sejumlah apotik besar di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Senin, ia tidak menemukannya, begitu juga beberapa temannya.

"Sudah tanya ke apotik oxycan (oxygen portable, red)-nya habis. Beberapa teman juga mengeluhkan yang sama. Sudah banyak yang kehabisan oxycan. Biasanya harganya berkisar Rp 35 ribu sampai 38 ribu, tapi ada teman yang beli harganya sudah Rp 45 ribu," terang Niza.

Ia menuturkan, kabut asap makin pekat dan sudah masuk ke dalam rumah.

Berita Rekomendasi

Selama ini ia bertahan dengan air conditioner (AC) dan air purifier.

Namun kini hal itu tidak cukup lagi mengingat pemadaman listrik bergilir yang makin sering.

Karena itulah ia berencana untuk menyediakan oxycan di rumah.

Oksigen dalam kaleng ini dianggap lebih praktis dan bisa membantu untuk mendapatkan udara bersih.

Selain itu, untuk berjaga-jaga dalam kondisi darurat.

"Meskipun anak-anak tidak ada riwayat asma, sebagai orangtua saya tetap khawatir melihat kondisi asap seperti ini. Yang terpenting adalah mencegah dan berharap kabut asap ini segera berakhir," harapnya.

Jika Niza tidak berhasil mendapatkan oxycan, Nurul lebih beruntung.

Ia berhasil mendapatkan oksigen dalam kaleng tersebut seharga Rp 35 ribu.

Warga Pandau, Siak Hulu itu menuturkan, suaminya sempat berkeliling mencari oxycan di daerah Panam hingga Harapan Raya, tapi tiap apotik besar yang didatangi mengatakan stok barang habis atau tidak tersedia.

Dia butuh oksigen murni karena sakit kepala berat dan sempat muntah-muntah akibat terlalu lama menghirup asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Setelah mendapat pertolongan, dokter menyarankan ia untuk menyiagakan oksigen kaleng sebagai alat pertolongan pertama yang praktis saat mengalami gejala kekurangan oksigen akibat kabut asap yang tiap hari makin tebal.

Cara pakainya juga cukup mudah, hanya buka bagian atas kaleng, pasang penutup yang berfungsi sebagai masker, kemudian bagian atas kaleng ditekan sambil hirup dalam-dalam selama beberapa detik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas