Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri Minta Anak Buah Tak Lagi Mengubah Bangunan Polrestabes Surabaya

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, Sabtu (10/10/2015) malam, dahulu gedung Polrestabes Surabaya kumuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kapolri Minta Anak Buah Tak Lagi Mengubah Bangunan Polrestabes Surabaya
Surya.co.id
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bersama Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji dan pengurus Yayasan Ponpes Baitul Arqom Jember, Sabtu (10/10/2015). 

Laporan Wartawan Surya, Zainuddin

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, Sabtu (10/10/2015) malam, dahulu gedung Polrestabes Surabaya kumuh karena disebabkan anggotanya sendiri.

Gedung yang dulu bernama Hoofdbureau van Politie te Soerabaia ini memiliki sejarah panjang. Bangunan ini pernah menjadi markas tentara Belanda dan kini resmi menjadi bangunan cagar budaya.

Tentara Jepang pernah bermarkas di gedung ini saat menguasai Jepang. Begitu juga ketika Belanda membonceng sekutu menguasai Surabaya. Gedung ini pernah pula menjadi markas Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL).

Pada era kemerdekaan, gedung ini pernah menjadi Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya. Sekarang berubah menjadi Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

"Tapi polisinya sangat kreatif sehingga gedungnya berubah dari aslinya," kata Badrodin.

Perubahan gedung ini tidak lepas dari kebijakan pimpinan di Mapolrestabes. Biasanya pimpinan memiliki selera sendiri terkait gedungnya. Makanya begitu memiliki uang, pimpinan langsung mengubah gedung.

Rekomendasi Untuk Anda

Badrodin mengakui niat mengubah gedung itu sangat baik. Tapi kebijakan ini mengakibatkan gedung berubah bentuk dari asalnya. Ruang yang semula tidak ada, dibangun baru. Bangunan di sekeliling gedung pun berubah.

Setelah peresmian ini, dia minta seluruh anggotanya tidak mengubah lagi bentuk gedung. Apalagi sekarang bangunan yang berdiri sejak 1908 ini sudah termasuk bangunan cagar budaya.

"Seluruh personel yang dinas di sini agar bisa merawat gedung ini," beber dia.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas