Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

200 Personel Dikerahkan Evakuasi Korban Longsor Gunung Pongkor

Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat melanjutkan evakuasi belasan penambang tanpa izin yang tertimbun longsor

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in 200 Personel Dikerahkan Evakuasi Korban Longsor Gunung Pongkor
KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi Bempah
Kepulan asap dari sisa-sisa bangunan penambang emas ilegal yang dibakar di Kampung Ciguha, Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor., Sabtu (19/9/2015). Tim gabungan Polres Bogor melakukan penertiban terhadap para pelaku penambang emas tanpa izin (PETI) di areal pertambangan emas PT Aneka Tambang (Antam). 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat melanjutkan evakuasi belasan penambang tanpa izin yang tertimbun longsor di Lubang Kunti, Blok Longsor Desa Bantar Karet, Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung.

"Evakuasi dilanjutkan hari ini, sekitar pukul 07.00 WIB akan digelar apel pasukan yang melakukan evakuasi penambang," kata Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, di Bogor, Rabu (28/10/2015) pagi.

AKBP Suyudi Ario Seto menyebutkan, sekitar 200 personel gabungan diturunkan untuk melakukan evakuasi, yaitu sebanyak 100 personel Polres Bogor dan polsek setempat, dibantu personel TNI, unsur pemerintah daerah, PMI, PT Antam, dan masyarakat.

"Tim evakuasi yang kami libatkan benar-benar mereka yang memiliki kemampuan dan keahlian menguasai lokasi, mengingat posisi longsor yang menimbun para penambang berada di atas bukit yang aksesnya cukup jauh untuk dicapai," kata Suyudi lagi seperti dikutip ANtara.

Menurutnya, telah disiapkan sejumlah perlengkapan berupa sekop, pahat, cangkul dan peralatan seadanya, mengingat alat berat tidak memungkinkan digunakan karena lokasi yang sangat jauh tidak mampu dicapai oleh peralatan berat.

"Kami gunakan alat seadanya, lokasi berada di atas bukit kemiringan 100 sampai 120 meter, sisi kiri ada jurang dan sisi kanan longsor tebingan," kata Suyudi Ario Seto.

Menurut Suyudi, kendala yang dihadapi di lapangan dengan kondisi jalan yang cukup curam dan tajam, sehingga perlu kehati-hatian untuk mencapai lokasi, dan personel yang dilibatkan harus mempunyai kemampuan untuk menuju lokasi di atas bukit.

Berita Rekomendasi

Hingga kini, lanjut Suyudi, pihaknya belum dapat mengetahui kabar maupun kondisi 12 penambang liar yang tertimbun longsor di lubang galian penambangan tanpa izin (PETI) itu.

Mereka tertimbun di dalam lubang kedalaman 50 meter dengan lebar lubang sekitar 50 sentimeter.

Suyudi Ario Seto mengakui bahwa lubang yang menimbun para penambang liar ini adalah lubang PETI yang sudah ditutup oleh petugas dalam operasi gabungan penertiban penambangan liar di area tambang milik PT Antam tersebut.

"Memang betul, lubang yang digali para penambang ini adalah lubang PETI yang sudah ditutup dalam operasi September lalu. Tapi lubang itu mereka bongkar kembali," kata Suyudi Ario Seto.

Menurut Suyudi, dimungkinkan jumlah penambang yang tertimbum longsor di lubang PETI Blok Longsor tersebut lebih dari 12 orang, namun yang dilaporkan hanya 12 orang saja yang tertimbun.

"Sampai saat ini yang dilaporkan ada 12 orang, bisa jadi ada penambang lainnya. Tetapi yang baru dilaporkan hanya itu," ujar Suyudi Ario Seto.

Sekitar 12 orang penambang liar tertimbun longsor di lokasi tambang emas di Lubang Kunti Blok Longsor Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (27/10) kemarin.

Upaya pencarian dan evakuasi korban telah dilakukan mulai kemarin, namun karena cuaca tidak mendukung diguyur hujan lebat sore harinya ditambah lokasi yang jauh serta minim penerangan, membuat evakuasi dihentikan demi keselamatan regu penyelamat.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas