Wistawan Asing Over Stay di Bali Tak Dikenai Beban Biaya
Wisatawan mancanegara yang over stay di Bali karena penerbangannya tertunda akibat erupsi Gunung Baru Jari di Lombok, mendapat dispensasi.
Editor: Y Gustaman

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Wisatawan mancanegara yang over stay di Bali karena penerbangannya tertunda akibat erupsi Gunung Baru Jari di Lombok, Nusa Tenggar Barat, mendapat dispensasi dari imigrasi setempat.
Akibat erupsi anakan Gunung Rinjani tersebut, Bandara Ngurah Rai di Bali terpaksa ditutup demi keamanan. Sejumlah maskapai menutup mesin pesawat yang berada di apron bandara agar terhindar dari partikel abu erupsi.
"Masalah visa tentunya berkaitan dengan izin tinggal. Kami memberikan dispensasi jika memang faktornya bencana alam seperti ini," ujar Kepala Imigrasi Kelas I Ngurah Rai, Denpasar, Bali Yosep Hari Adi Renung Widodo, Rabu (4/11/2015).
Pada dasarnya, visa izin tinggal wisatawan mancanegara berlaku selama 30 hari saja, tapi tidak termasuk dalam kondisi force major seperti erupsi Gunung Baru Jari. Jika bencana alam terjadi, pembebasan biaya beban menjadi solusi utamanya.
"Tapi ini hanya berlaku pada wisman yang memang mengalami gagal terbang atau stay terakhir Selasa kemarin. Kalau wisman itu sudah over stay Selasa kemarin ya kami pastikan ditindak," ujar Widodo.
Bandara Ngurah Rai ditutup sejak Selasa (3/11/2015) sekitar pukul 19.30 Wita dan dijadwalkan dibuka empat jam setelahnya lalu diundur hingga pukul 08.45 Wita sampai Rabu (4/11/2015). Penutupan bandara diperpanjang hingga Kamis (5/11/2015).