Korban Hanya Menjerit sebelum Kereta Api Kalijaga Menyambar
Tukang tambal ban sampai melemparkan botol bekas ke arah pengendara mobil dan motor yang berhenti di atas rel sementara Kereta Kalijaga sudah mendekat
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muh Radlis
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Nurul Ani (31) dari atas motornya dan Mindrasari (45), Katrina Ratu (48) dan Jarwodo (53) di mobil Suzuki Ertiga hanya menjerit melihat Kereta Kalijaga mendekat lalu menghantam mereka.
"Mobil sama motor korban di tengah-tengah perlintasan, cuma menjerit jerit waktu kereta mendekat," ujar Toni, saksi mata saat Kereta Kalijaga meligas satu mobil dan motor dilibas saat melintas di pintu perlintasan kereta api di Kaligawe, Gayamsari, Semarang, Kamis (5/11/2015).
Menurut Toni, saat lalu lintas padat, banyak kendaraan melintas rel ganda di Gayamsari karena palang pintu sudah terangkat setelah kereta dari arah barat ke timur sudah melintas.
Tiba-tiba ketika palang pintu terangkat separuh, dari arah timur ke barat Kereta Kalijaga melintas sementara mobil Suzuki Ertiga dan motor yang dikendarai Nurul Ani terjebak di atas rel.
"Saya berhenti di belakang palang ketika kereta api dari barat lewat. Lalu palang pintu terbuka lagi, kendaraan yang tadinya berhenti di belakang palang melaju. Truk tangki saya tetap berhenti," lanjut Toni.
Setelah palang pintu terbuka dan beberapa kendaraan sudah melintasi rel, palang pintu kembali tertutup. Korban terjebak di tengah-tengah perlintasan lantaran arus di depan arah Terboyo berhenti.
Keterangan Toni sama seperti dituturkan tukang tambal ban yang berada persis di samping perlintasan kereta api Kaligawe.
Menurut dia palang pintu perlintasan sempat terbuka sebelum kereta dari arah timur melintas. "Palang sepurnya kebuka separoh Pak, jadi mobil sama motor bisa jalan. Tapi tiba-tiba ketutup lagi," kata dia.
Melihat korban terjebak di tengah rel, pria ini berteriak-teriak sembari melemparkan botol bekas untuk memperingatkan korban bahwa kereta semakin mendekat. "Saya teriak Mas, tapi tidak digubris," cerita si penambal ban.