Kabur dari LP Gianyar, Fausi Cabuli Dua Cewek dan Preteli Harta Bendanya
Dalam pelariannya tersebut, Fausi ternyata kembali melancarkan aksi bejatnya dengan mencabuli gadis-gadis belia.
Editor:
Dewi Agustina
"Tadi (kemarin, red) yang menggerebek aparat dari Polsek Bungatan. Sudah dilimpahkan ke Polres Situbondo. Sekarang ketiganya masih dimintai keterangan penyidik. Jika ada yang dirugikan dan mengandung unsur pidana, tentu akan kami tindaklanjuti," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo, kepada awak media.
Fausi mengaku perkenalan dengan dua gadis yang dijadikan korban itu terjadi melalui media sosial facebook, beberapa bulan lalu.
Dari perkenalan itu, Fausi mendapatkan nomor ponsel si gadis hingga terus terjadi saling kontak.
Belakangan, pria yang tengah meringkuk di Rutan Gianyar sejak 8 Januari 2015 itu merancang niat jahat.
Dengan dalih akan diajak jalan-jalan di Pulau Jawa, Fausi berhasil membujuk NPAD, yang sebelumnya diketahui sempat tiga kali menjenguk sang residivis di Rutan Gianyar.
Keduanya pun bertolak dari Bali menuju kawasan Jember dengan sepeda motor Honda Vario milik si gadis.
Setibanya di Jember, keduanya menginap di sebuah hotel.
Dengan akal bulusnya, Fausi yang sama sekali tidak mengantongi uang, kemudian meminta perhiasan NPAD untuk dipinjam dan dijualnya.
Tak berhenti di situ, Fausi kembali merayu NPAD untuk meminjam motornya dan digadaikan kepada seseorang di Jember.
"Dari pengakuannya motor itu digadaikan sebesar Rp 2,5 juta," ujar penyidik Reskrim kepada Surya (Tribunnews.com Network).
Setelah mendapat uang, Fausi mengajak NPAD ke Surabaya dengan dalih akan menjemput ID adiknya yang sedang bekerja.
Akhirnya, mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan menginap di Pasir Putih.
Wanita berkulit putih asal Sampang, Madura, yang dijemput ternyata bukan adiknya. Melainkan pacar Fausi.
"Saya mau saja, karena katanya saya mau dipertemukan dengan orangtuanya. Tidak tahunya diajak ke hotel," kata korban asal Surabaya.
Baca tanpa iklan