Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahasiswa USU Bikin Motor Berbahan Bakar Air, Nasibnya Kini Digantung

Nasib karya anak negeri bahan campuran air dan bioethanol yang bisa menggerakkan mesin sepeda motor masih dibuat menggantung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Mahasiswa USU Bikin Motor Berbahan Bakar Air, Nasibnya Kini Digantung
TRIBUN MEDAN
Mahasiswa USU yang diinisiatori dosennya Dr Tulus Ikhsan Nst menjelaskan cara kerja sepeda motor berbahan air yang mereka temukan 

Metode yang digunakan sepenuhnya menggunakan proses fisis sehingga lebih murah, lebih praktis dan bahkan lebih Green-Tech.

Tulus menambahkan bahwa sepeda motor dengan bahan bakar bioethanol plus air sudah menempuh jarak 43 kilometer dan kendaraan yang berbahan premium plus air sudah menempuh jarak 50 kilometer.

Tak dapat dipungkiri, hasil karya ini menjadi angin segar di tengah hangatnya isu pemanasan global dan krisis energi di Indonesia, bahkan di tingkat dunia.

Karya ini juga membangkitkan mimpi publik akan kehadiran bahan bakar yang dapat diperbarui (renewable energy) dan murah pasca-realitas kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar yang baru.

Tulus mengakui bahwa penelitian itu bermula dari keresahan terhadap fakta semakin menipisnya cadangan minyak bumi dunia, khususnya di Indonesia yang menimbulkan efek gas rumah kaca dari berbagai jenis kendaraan berbahan bakar minyak.

Penelitian ini juga didasarkan pada semangat dunia akademis untuk selaras dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengatasi krisis energi.

Katanya, melalui penemuan sumber-sumber energi baru yang diperlukan serta berperan aktif dalam mencegah peningkatan pemanasan global dengan meningkatkan pengurangan emisi sebesar 26 persen menjadi 41 persen pada tahun 2020.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, karena keterbatasan dana dan sarana yang disediakan oleh pihak universitas, penelitian ini sempat vakum selama dua tahun.

Penelitian tentang pembuatan sepeda motor ramah lingkungan dimulai sejak tahun 2009.

TOP USU, yang sebelumnya bernama Physics Research Group (PRG) dibentuk dan Tulus menjadi dosen pembimbingnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas