Aksi Para Lansia Taklukkan Sungai Terpanjang di Sumatra.
Belasan pria usia senja taklukkan sungai batanghari dengan berendam dalam festival batanghari yang berlangsung Jumat, (27/11/2015).
Editor:
Sugiyarto
Kegiatan bwrendam disungai batanghari juga menjadi ajang mempwrerat kebersamaan.
Bahkan, Edi mengatakan terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut berenang bersama.
"Kalau mau ikut datang saja setiap senin sore, rabu sama jumat. Kalau baru kita lindungi, kalau tidak sanggup nanti ada ketek yang ngikuti. Kalau dulu kita pake perahu dayung,"katanya.
Seiring berjalannya waktu, warga etnis tionghoa yang bisanya berenang hingga jumlah 40 orang mulai berkurang.
Terutama dari kaum wanita, "banyak yang sudah nikah ikut suami. Kalau yang mida-muda sekarang jarang, mereka lebih memilih ke kolam renang,"katanya.
Peserta paling tua adalah lawtse (74). Meski jalannya mulai membungkuk, namun ia masih sanggu berenang bolak-balik sungai batanghari.
Diakui Law, meski usianya tak lagi muda namun. Berendam disungai batanghari membantu menjaga kesehatan fisiknya.
Salah aatu efek positif yang dirasakannya, diusianya yang memasuki lansia ia merasa penuh semangat dan sehat.
"Jauh dari penyakit, menjaga kesehatan. Dulu kami disini sanggup berenang dua kali bolak-balik,"kata Law.
"Kuncinya tenang, jangan taku-taku. Semua baik-baik saja, dak ada yang sampai tenggelam. Kita saling menjaga. Yang penting jangan memaksakan diri,"kata pria yang sudah memiliki cucu ini.
Terpisah, Edi Erizon, Kepala dinas pariwisata Provinsi Jambi mengatakan.
Kegiatan berendam di sungai batanghari ini diangkat dalam festival untuk mengangkat kearifan lokal warga Jambi.
"Kita berusaha melakukan yang terbaik event yang unik kita akan angkat. Kita sadar bahwa warga mana saja kita angkat untuk kegiatan batanghari."
"Tujuannya memperkwbalkan kearifan lokal sebagai potensi wisata kita,"katanya.