Pedagang Pasar Sentral Tunggu Pemeriksaan di Polresta Medan
Santer berkembang JPS menugaskan anggotanya untuk membawa Gidion ke pos petugas jaga malam.
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Wahid Nurdin
![Pedagang Pasar Sentral Tunggu Pemeriksaan di Polresta Medan](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/pedagang-pasar-sentral_20151219_203757.jpg)
Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tidak kurang dari sepuluh pedagang Pasar Sentral Kota Medan menunggu dilakukan pemeriksaan di ruang penyidik dua, lantai II, Polresta Medan, Sabtu (19/12/2015).
Berdasarkan pengamatan www.tribun-medan.com, seluruh pedagang menunggu tepat di depan pintu.
Adapula pedagang yang duduk di kursi yang disediakan di bagian depan ruang penyidik.
Seorang pedagang yang menolak namanya disebutkan mendadak berhenti untuk memberikan penjelasan tentang kronologis peristiwa pemukulan yang dilakukan petugas jaga malam.
"Sebentar bang, itu dia, (JPS, anak Sibarani) yang diduga terlibat melakukan pemukulan bersama anggota TNI. Petugas Satpam PD Pasar juga sudah mengakui," ujar pria berbadan gempal itu kepada www.tribun-medan.com, Sabtu (19/12/2015) malam.
Ia menambahkan, pedagang sudah menyerahkan rekaman kamera CCTV kepada penyidik tentang adanya penganiayaan kepada Gidion Ginting (pedagang yang dianiaya hingga meninggal dunia).
"Kami sudah menyerahkan rekaman pemukulan sama penyidik tentang adanya pemukulan itu," katanya.
Sebelumnya informasi yang santer berkembang di pusat pasar bahwa anak Sibarani berinisial JPS merupakan anggota Polri yang bertugas di Polresta Medan.
JPS disebut-sebut sebagai otak pelaku penganiayaan Gidion hingga berujung meninggal dunia.
Santer berkembang JPS menugaskan anggotanya untuk membawa Gidion ke pos petugas jaga malam.
Tidak hanya itu, anggota TNI AD Kopral Dua LS, disebut-sebut terlibat melakukan penganiayaan. Apalagi, selama ini Kopral LS disebut-sebut sebagai pengawas jaga malam, Pasar Sentral Kota Medan.
Diberitakan, Gidion Ginting, Ketua Partai Persatuan Indonesia Medan Johor tewas dengan kondisi luka lebam di sekujur tubuhnya, Jumat (18/12/2015) malam.
Diduga kuat, korban tewas akibat dianiaya sejumlah penjaga malam di Pusat Pasar Medan.
Selain menjabat sebagai Ketua Perindo Medan, Gidion juga menjabat Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan (P3TM).