Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

1.600 Kepala Keluarga Harus Pindah dari Permukiman Pinggir Rel

Terdata 1.600 kepala keluarga yang harus pindah dari permukiman pinggir rel sebelum pembangunan jalan layang kereta api Medan-Kualanamu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Y Gustaman

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Terdata 1.600 kepala keluarga yang harus pindah dari permukiman pinggir rel sebelum pembangunan jalan layang kereta api Medan-Kualanamu.

"Total kepala keluarga yang harus pindah ada 1.600. Kami telah menyosialisasikan pembangunan elevated sejak lama. Sehingga warga yang permukimannya terkena dampak pembangunan harus pindah," kata Humas PT KAI Divre 1 Sumaatera Utara, Rapino Situmorang, kepada Tribun Medan, Senin (28/12/2015).

Kepala keluarga sebanyak itu tersebar dari kawasan Pulobrayan, Medan Barat, hingga kawasan permukiman warga sebelum Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.

"Warga yang tinggal di permukiman padat penduduk Mandala ada 700 kepala keluarga. Namun, sisa warga yang belum pindah ada 200 orang. Sebelumnya ada 100 warga yang sudah membongkar rumah secara swadaya," imbuh dia.

PT KAI Divre 1 Sumut sudah memberikan biaya tali kasih sebesar Rp 1,5 juta per kepala keluarga sebagai ongkos bongkar rumah dan pindah dari kawasan pinggir rel.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas