Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kontroversi Gafatar

Dituding Sesat, Eks Ketua Gafatar Sumut: 'Kami Siap Hengkang Cari Negara Lain'

Dadang mengaku tidak berada di Medan dan diduga telah bergabung dengan kelompoknya di Kalimantan Barat.

Dituding Sesat, Eks Ketua Gafatar Sumut: 'Kami Siap Hengkang Cari Negara Lain'
TRIBUN Medan
Mantan Ketua Gafatar Sumut Dadang Darmawan Pasaribu (kanan) 

TRIBUNNEWS.COM - Terus merasa disudutkan, Dadang Darmawan mantan Ketua DPD Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Sumut menampik terkait 'hilangnya' anggota mereka.

Namun mereka bersiap hengkang dari Indonesia jika tetap tak diberikan izin.

"Kami selalu mengatakan ‘berikan kami ijin’ untuk ikut serta membangun bangsa kita ini,...andaipun kami tidak diberi tempat di negeri ini, kami pun bersedia angkat kaki mencari negeri atau bangsa lain," tulis Dadang dalam keterangan persnya yang diterima Tribunmedan.com, Selasa (19/1/2016) kemarin.

Label 'sesat' yang di berikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) katanya juga membuat ormas ini kian terpojok dan dimusuhi masyarakat.

Bahkan keberadaan Gafatar di seluruh Indonesia dianggap ilegal karena tidak pernah mendapat surat keterangan terdaftar (SKT) baik dari pemerintah pusat maupun di daerah.

Dadang sendiri mengaku tidak berada di Medan dan diduga telah bergabung dengan kelompoknya di Kalimantan Barat.

Dia meninggalkan kehidupan dan status sebagai dosen di Universitas Sumatera Utara (USU).

"Saya menyatakan mengundurkan diri selaku PNS dan Dosen di FISIP USU dan sekaligus mengundurkan diri selaku mahasiswa Program Doktor di UNDIP Semarang. Semoga Tuhan Menolong Saya," katanya.

Menurut Dadang, dalam perjalanannya selama 3 tahun di Sumatera Utara (2012-2015), Gafatar Sumut telah merekrut sekurangnya 300 orang anggota aktif baik yang terlibat sebagai pengurus maupun yang terlibat hanya sebatas anggota saja.

Namun akhirnya mereka harus membubarkan diri berdasarkan kajian terhadap situasi yang berkembang di berbagai daerah terutama di Aceh (Gafatar difatwa sesat dan teman pengurus kemudian di penjara tanpa ada perbuatan yang melanggar), Bali, NTB dan Papua.

Halaman
12
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas