Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pelajar Kelas 2 SMK Ini Tak Menyangka Komentarnya di Medsos Bermasalah

Gara-gara menghina institusi kepolisian di Facebook, SRS (18 tahun), seorang pelajar kelas 2 SMK Negeri Soppeng, Sulawesi Selatan, digelandang polisi

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Pelajar Kelas 2 SMK Ini Tak Menyangka Komentarnya di Medsos Bermasalah
IST

Tribunnews.com, Soppeng - Gara-gara menghina institusi kepolisian di Facebook, SRS (18 tahun), seorang pelajar kelas dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Soppeng, Sulawesi Selatan, digelandang ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat.

Peristiwa itu bermula saat SRS mengomentari pemilihan kepala daerah (Pilkada) Soppeng dalam posting-an di group Facebook pada Selasa (19/1/2016) lalu.

SRS kemudian ditangkap polisi pada Jumat dan langsung digelandang ke Mapolres setempat.

Pihak kepolisian yang dikonfirmasi terkait dengan penangkapan itu mengaku bahwa SRS terbukti melakukan tindakan hate speech (ujaran kebencian).

"Pelaku diamankan karena mem-posting komentar ujaran kebencian," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan ( Polda Sulsel), Kombes Frans Barung Mangera.

Frans Barung mengemukakan, ujaran kebecian dapat dikenakan tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), dan ketentuan pidana lainya di luar KUHP.

Salah satu bentuk ujaran kebencian, antara lain penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi dan menghasut.

Rekomendasi Untuk Anda

Serta menyebarkan berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial.

Setelah diperiksa selama enam jam, SRS kemudian diperbolehkan pulang dan tidak mengalami penahanan tetapi wajib lapor setiap hari Senin dan Jumat hingga proses penyelidikan ini usai.

SRS sendiri tidak menyangka jika komentarnya di media sosial menyebabkan dirinya berurusan dengan polisi.

"Saya khilaf dan saya anggap (kira) itu hal yang biasa," kata SRS. (Kontributor Bone, Abdul Haq)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas